Breaking News
light_mode

Tingkatkan Kesadaran Penerapan Protokol Kesehatan, Pemkab Gandeng PCNU Kab. Pasuruan

  • account_circle BAM Yusuf
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2020
  • visibility 899
  • comment 0 komentar

Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan melaporkan bahwa jumlah masyarakat yang terkonfirmasi covid-19 dan warga yang meninggal terus mengalami peningkatan. Kabar baiknya, persentase kesembuhan orang yang terpapar virus telah mencapai hampir 50%.

Adapun salah satu penyebab adanya peningkatan penyebaran virus Corona di Kabupaten Pasuruan adalah kurang maksimalnya penerapan protokol kesehatan dikalangan masyarakat sendiri. Oleh karena itu, untuk menangani masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengadakan pertemuan bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan di Aula KH. A. Jufri Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Pohjentrek, Kamis (23/7/2020).

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh Pengurus Syuriah, A’wan, dan Katib dari Majlis Wakil Cabang (MWC) NU maupun Pengurus Cabang NU.

Menurut Irsyad Yusuf, selaku Bupati Pasuruan, peran ulama sangat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kehidupan sehari-hari.

“Kami mohon do’a dan dukungan para Kiai dan Ustadz serta peran sertanya dalam mensosialisasikan disiplin protokol kesehatan. Baik dalam pengajian maupun di kehidupan sehari-hari,“ pungkas Gus Bupati, sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut.

Selanjutnya, KH. A. Mujib Imron, selaku wakil bupati Pasuruan menambahkan beberapa catatan dalam penutupan sambutan bupati Pasuruan. Bahwa mencuci tangan, jaga jarak dan memakai masker sangatlah perlu dilakukan saat ini.

“Selain melakukan perilaku hidup bersih dan sehat tersebut, imunitas tubuh juga harus ditingkatkan dengan mengkonsumsi vitamin atau probiotik, serta jangan lupa berdoa kepada Alloh, khususnya Do’a yang diijazahkan KH. A. Nawawi Abd. Jalil (Penasuh Pondok Pesantren Sidogiri) dengan membaca surat Al-Quraisy sebanyak 7 kali sampai ayat wamin hum min khouf di ulang 7 kali,” kata KH. A. Mujib Imron, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini.

Adapun Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Imron Mutamakkin, senada menegaskan bahwa sangat penting penerapkan protokol kesehatan dikalangan masyarakat sebagai upaya dan ikhtiyar dalam pencegahan penyebaran covid-19.

“Kami mengharapkan para pengurus NU baik tingkat ranting maupun MWC bisa menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan, contohnya penggunaan masker, menjaga jarak maupun mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,“ ujar Gus Ipong, sapaan akrabnya.

Pertemuan itu merupakan salah satu kegiatan yang digagas oleh satuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 yang dihadiri oleh salah satu wakil ketuanya yaitu KH. A. Mujib Imron, wakil Bupati Pasuruan yang membidangi pendidikan dan pondok pesantren. Selain dari Pemkab Pasuruan, hadir para ulama dan umaro dari PCNU Kabupaten Pasuruan serta FORKOMPIMDA Kabupaten Pasuruan.

Kontributor: BAM Yusuf

Editor: Nuryanto

  • Penulis: BAM Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Satgas Covid-19 Pesantren, PCNU Kab. Pasuruan Gelar Training of Trainer

    Perkuat Satgas Covid-19 Pesantren, PCNU Kab. Pasuruan Gelar Training of Trainer

    • calendar_month Sab, 28 Nov 2020
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Tim Satgas Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Training of Trainer (ToT) bagi Satgas Covid-19 Pondok Pesantren, Jumat (27/11/2020), bertempat di Ruang Rapat Graha PCNU, Kecamatan Ponjentrek, Kabupaten Pasuruan Peserta ToT adalah perwakilan 7 Pondok Pesantren yang telah membentuk dan memiliki Tim Satgas Covid-19 di Pondok Pesantren. Menurut Gus H. Saiful Anam […]

  • THAUN (CERPEN)

    THAUN (CERPEN)

    • calendar_month Sen, 8 Mar 2021
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Hawa gerah kian menyiksa, bahkan meski Kiai Marzuki baru saja berwudu. Musim kemarau belum menjelang, hujan kadang-kadang turun menjelang dini hari, namun hawa alam sudah kembali gerah. Rengek para balita di rumah tetangga silih berganti terdengar, pasti mereka tersiksa karena hawa bumi tak senyaman alam Rahim. Kiai renta itu perlahan bangkit setelah rakaat terahir salat […]

  • Rangkaian Acara Harlah NU Ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Rangkaian Acara Harlah NU ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan “Kemandirian NU untuk Kemaslahatan Umat” 1. Ziarah Muassis NU Kamis, 10 Rajab 1441/5 Maret 2020 Peserta: Harian PCNU, Lembaga, Banom, & MWCNU   2. Gerak Jalan NU Tempoe Doloe Ahad, 13 Rajab 1441/8 Maret 2020 Peserta: Badan Otonom NU Perempuan   3. Tahlil Akbar & Hadrah Ishari […]

  • Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Program Ngaji Literasi dengan kegiatan diskusi buku Jejaring Ulama Diponegoro di Lantai 3 Gedung Rektorat Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan, Sabtu (08/01/2022). Penulis buku Jejaring Ulama Diponegoro Zainul Milal Bizawie, mengungkap fakta sejarah betapa pentingnya […]

  • Belatung

    Ternyata, Belatung dari Bangkai Hewan Hukumnya Suci

    • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
    • visibility 5.921
    • 1Komentar

    Rejoso, NU Kabupaten PasuruanKH. Ishomuddin Ma’shum, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Karangpandan, menjelaskan terkait hukum atas benda atau sesuatu yang keluar dari bangkai hewan. ”Bangkai ayam, yang mengeluarkan belatung, hukum asal dari bangkai ayam adalah najis, berbeda dengan belatung yang keluar dari bangkai ayam tersebut. Hukum belatung tersebut suci,” ujarnya saat mengisi pengajian […]

  • Amalan di Bulan Muharram yang Cocok Untuk Milenial

    Amalan di Bulan Muharram yang Cocok Untuk Milenial

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • visibility 686
    • 0Komentar

    Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriyah. Dimana bulan pertama dalam kelender hijriyah adalah bulan Muharram. Allah telah menjadikan bulan Muharram sebagai bulan yang mulia dan menjadikannya sebagai salah satu dari empat bulan haram (yang disucikan). إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca