UNU STAI Salahuddin Pasuruan Gelar Wisuda Sarjana : Tekankan Etika dan Inovasi sebagai Fondasi Perubahan
- calendar_month Ming, 30 Nov 2025
- visibility 285
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahudin menggelar Wisuda Program Sarjana di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Sabtu (29/11/2025).
Suasana hikmat mewarnai prosesi pengukuhan para lulusan yang siap memasuki babak baru pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi menyampaikan pesan mendalam mengenai peran strategis lulusan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus diiringi dengan kemampuan menjaga etika serta menghadirkan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan zaman.
“Kesadaran akademik tidak bisa berdiri sendiri. Ilmu yang kalian peroleh harus terus dipertajam agar mampu mendorong terbangunnya peradaban yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pak Tomi sapaan akrabnya juga menyinggung kondisi pendidikan tinggi nasional yang terus berkembang namun masih menghadapi persoalan pemerataan mutu, terutama di wilayah luar Jawa. Hal ini menjadi tantangan bersama untuk memastikan perguruan tinggi tidak hanya hadir, tetapi juga mampu menunjukkan kualitasnya.
“Perguruan tinggi harus hadir dengan mutu yang baik, bukan sekadar berdiri,” jelasnya.
Sebagai Ketua LPTNU Kabupaten Pasuruan, ia menekankan bahwa inovasi merupakan tuntutan utama bagi para lulusan. Proses belajar, menurutnya, tidak pernah selesai di meja perkuliahan. Setiap lulusan dituntut untuk membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang relevan.
“Misi UNU Pasuruan adalah mendorong pendidikan yang inklusif dan bermanfaat. Karena itu, dimanapun kalian berada, teruslah berinovasi,” katanya.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjadi generasi yang cakap dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus digital. Abu Amar menekankan bahwa integritas moral, kepedulian lingkungan, serta sensitivitas sosial dan budaya harus menjadi pondasi dalam setiap langkah pengembangan diri.
“Kita perlu generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia memberikan pesan untuk terus menjaga karakter yang telah dibentuk selama studi, serta menjadikan momen wisuda sebagai pijakan awal untuk mengemban tanggung jawab keilmuan.
“Wisuda bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang kalian dalam mempertanggungjawabkan gelar yang diterima,” pungkasnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar