Breaking News
light_mode

Apakah Nabi SAW Berolahraga?

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Ming, 19 Des 2021
  • visibility 855
  • comment 0 komentar

Tergantung apa yang dimaksud dengan olahraga. Kalau yang dimaksud olahraga itu seperti kita dengan cara jogging, sepedaan, tred-mill, jalan sehat, dan sejenisnya, tentu saja tidak dilakukan oleh Nabi SAW. Apalagi dalam bentuk permainan atau pertandingan, seperti bikin kesebelasan sepak-bola, atau turmanem bulu tangkis, basket, voli, catur, dan seterusnya, tentu saja tidak dilakukan oleh Nabi SAW. Di masa kenabian aktifitas berolahraga belum jadi kegiatan yang spesifik seperti di zaman kita sekarang ini. Juga belum ada cabang-cabang olahraga seperti yang kita kenal.

Namun kalau dikaitkan secara aktifitas fisik, aktifitas manusia di masa mereka mungkin jauh lebih banyak. Jangan lupa kalau di masa itu belum ada mobil, motor atau kendaraan macam kita zaman sekarang. Kemana-mana jalan kaki pastinya. Atau kalau keluar kota, naik kuda, keledai atau unta.

Nyaris semua kegiatan dilakukan secara fisik, sehingga meskipun orang-orang di masa itu tidak melakukan aktifitas olahraga seperti kita hari ini, tidak pernah jadi masalah buat mereka. Mereka tetap bugar dan sehat, karena aktifitas fisik mereka cukup untuk kebugaran dan kesehatan.

Maka jangan bandingkan kebutuhan olahraga kita dengan di masa kenabian. Beda jauh dengan kita di masa modern ini. Di masa kita ini sarana penunjang hidup sudah sedemikian majunya. Segala sesuatu tinggal pencet, sama sekali tidak butuh aktifitas fisik. Butuh air tinggal putar kran dan air bersih mengucur deras. Bandingkan di masa kenabian, persediaan air di rumah untuk mandi, cuci dan masak harus diangkut secara fisik pakai bejana dari sumur di Madinah ke rumah-rumah.

Kita zaman sekarang mau masak tinggal menyalakan kompor gas, seketika memasak jadi aktifitas yang simpel. Yang lebih modern, makanan tinggal dimasukkan saja ke microwave, matang sendiri. Di masa kenabian, mau masak harus cari kayu bakar dulu ke kebun dan hutan. Blusukan ke tempat-tempat yang tidak jelas. Dan semua itu pakai tenaga fisik. Di masa kita, mau buang air tinggal masuk kamar mandi sambil nyanyi-nyanyi. Semua tersedia, kran, shower, bathub, air dingin, air panas, sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, handuk, bahkan di kamar mandi ada audio sistemnya.

Di masa kenabian, buang air itu sebuah perjuangan, karena hanya bisa dilakukan di luar rumah, dengan meninggalkan perkampungan, masuk ke padang pasir liar, dan hanya bisa dilakukan di malam hari, biar tidak kelihatan orang. Mana sempat bernyanyi atau bersiul-siul, yang ada malah berdoa biar tidak dipatuk ular, disengat kalajengking atau diterkam hewan liar yang berkeliaran di malam hari.

Maka kehidupan fisik di masa kenabian itu sudah lebih dari cukup untuk menjaga kebugaran mereka. Sebab semua dilakukan secara fisik. Tidak seperti kita yang lebih banyak diam santai. Bahkan bekerja di kantor pun tidak pernah keluar keringat. Sebab kantornya ber-AC dan aktifitasnya lebih banyak duduk-duduk saja, nyaris tidak ada aktifitas fisik.

Makanya kita ini perlu mengkhususkan diri untuk berolahraga dengan tujuan demi mendapatkan kebugaran dan kesehatan. Maka kalau dikaitkan dengan kebugaran jenis ini, pastinya Rasulullah SAW dan para shahabat di masa itu tidak butuh nge-gym, tred-mill, angkat barbel, dan sejenisnya. Toh aktifitas keseharian mereka sudah bikin mereka bugar terus.

Lalu bagaimana dengan memanah, berkuda dan berenang? Bukankah semua itu olahraga yang dilakukan oleh Nabi SAW? Nah, ini dia yang perlu dicermati dan dipahami dengan baik. Benar sekali bahwa Nabi SAW dan para shahabat itu memanah, naik kuda atau berenang. Namun konteksnya di masa itu sama sekali tidak sama dengan konteks kita di masa sekarang.

Buat mereka di masa itu, jelas sekali tujuan memanah, berkuda dan berenang dalam rangka peperangan dan bukan untuk sekedar kebugaran. Jangan lupa bahwa hampir setiap tahun di Madinah selalu ada aktifitas peperangan besar. Ada Perang Badar di tahun kedua, Perang Uhud di tahun ketiga, Perang Khandaq di tahun kelima, Perang Khaibar di tahun ketujuh, Perang Fathu Mekkah, Perang Mu’tah dan Perang Hunain di tahun kedelapan. Dan di tahun kesepuluh ada Perang Tabuk. Belum lagi perang-perang kecil lainnya.

Maka para shahabat dituntut untuk bisa menggunakan senjata untuk perang. Yang paling dasar tentu saja memanah, selain juga harus bisa naik kuda, karena perang itu biasanya diawali dengan perjalanan yang jauh berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Kalau tidak bisa naik kuda, belum sampai tempat perang sudah tepar kecapean, nggak jadi perang.

Jadi memanah dan berkuda itu jangan dipahami sebagai sebuah cabang olahraga di masa kenabian. Jelas sekali Nabi SAW tidak melakukan aktifitas olahraga seperti kita di masa sekarang. Memanah dan berkuda di masa kenabian tidak lain merupakan bagian dari latihan perang yang dilakukan di basecamp training center. Yang ikut latihan tentu saja para prajurit yang mau segera berangkat ke medan pertempuan seungguhnya (Battle Field).

Sebenarnya memanah dan berkuda hanya salah satu sarana perang yang sifatnya tradisional. Kedua belah pihak sama-sama memanah dan berkuda. Kalau mau menang dan lebih unggul, tentu sarana yang digunakan jangan yang seimbang, harus yang lebih di atasnya lagi. Maka perhatikan baik-baik bahwa Nabi SAW banyak memakai teknik perang modern yang belum pernah dikenal di dunia Arab saat itu.

Misalnya tehnik menguasai sumur Badar sebelum perang dimulai. Tehnik macam itu jelas bikin pasukan musyrikin blingsatan nggak karu-karuan. Sebab apa enaknya perang sambil kehausan. Atau ketika Nabi SAW perintahkan gali parit Khandak sepanjang 5 km. Ini strategi modern buat seni perang bangsa Arab kala itu. Ketika lawan hanya mengandalkan senjata tradisional seperti panah dan pedang, kala itu pasukan muslimin menghadang mereka dengan teknologi impor dari Persia berupa benteng parit.

Namun kalau hari ini kita umat Islam merasa perlu berolahraga, karena gaya hidup kita membutuhkannya, tentu tidak jadi masalah. Silahkan saja berolahraga demi menjaga kebugaran dan kesehatan. Namun olahraganya tidak harus dengan memanah atau berkuda. Sebab memanah dan berkuda di masa kenabian bukan salah satu cabang olahraga. Olahraga seperti yang kita kenal di masa sekarang, jelas tidak dilakukan Nabi SAW. Kita tidak akan pernah menemukan riwayat misalnya Nabi SAW bikin pertandingan sepakbola, bulutangkis, basekt, voli atau catur.

Dan Nabi SAW tidak pernah bikin turnamen atau kejuaraan, lalu menyiapkan ‘Muhammad Cup’ misalnya buat para shahabat yang bertanding. Tidak pernah terjadi hal-hal semacam itu. Dan jangan pernah membayangkan. Mekkah dan Madinah tidak pernah digagas untuk menjadi tuan rumah perhelatan olahraga international yang menggelar 46 cabang olahraga macam Olimpiade Tokyo.

Memang ada orang Arab tradisional di masa kenabian yang suka lomba adu balap unta, atau adu gulat perkelahian, atau berburu hewan liar bahkan lomba memanah, namun jangan dianggap semua itu merupakan syariat turun dari langit dibawa Jibril alaihissama, yang harus dikerjakan oleh seluruh umat Islam sedunia sepanjang masa. Jangan terkecoh dengan segala yang ada di masa kenabian.

Salamah bin Akwa’ menceritakan diantara bentuk permainan tradisional orang Arab di masa lalu lomba memanah. Nabi SAW tidak melarang bahkan menyemangati mereka. Berikut petikan haditsnya :

ุนู† ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ุฃูŽูƒู’ูˆูŽุนู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ” ู…ูŽุฑูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽููŽุฑู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุถูู„ููˆู†ูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: ( ุงุฑู’ู…ููˆุง ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ู…ูŽุงุนููŠู„ูŽ ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุจูŽุงูƒูู…ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุงู…ููŠู‹ุง ุŒ ุงุฑู’ู…ููˆุงุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุจูŽู†ููŠ ููู„ุงูŽู†ู) ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฃูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ุงู„ููŽุฑููŠู‚ูŽูŠู’ู†ู ุจูุฃูŽูŠู’ุฏููŠู‡ูู…ู’ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: (ู…ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ู„ุงูŽ ุชูŽุฑู’ู…ููˆู†ูŽ) ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุฑู’ู…ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: (ุงุฑู’ู…ููˆุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽูƒูู…ู’ ูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’) “.

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berikut Makna Kader NU Menurut KH Anwar Iskandarย 

    Berikut Makna Kader NU Menurut KH Anwar Iskandarย 

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar apel kader di area Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Rabu (29/01/2024). Wakil Rais Aam PBNU, KH. Anwar Iskandar mengatakan bahwasanya kader adalah orang-orang yang luar biasa dan warga NU yang tidak biasa-biasa saja. “Kader adalah warga NU yang digembleng melalui proses-proses yang panjang dengan […]

  • Cegah Kasus Baru di Pesantren, PCNU Kab. Pasuruan Bentuk Sub-Satgas COVID-19 di Ponpes & MWCNU

    Cegah Kasus Baru di Pesantren, PCNU Kab. Pasuruan Bentuk Sub-Satgas COVID-19 di Ponpes & MWCNU

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2020
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Adanya kasus baru COVID-19 di lingkungan salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur, PCNU Kabupaten Pasuruan akan membentuk Sub-Gugus Tugas Penanganan COVID-19 untuk Pondok Pesantren dan Gugus Tugas di tingkat MWCNU sebagai langkah percepatan dalam antisipasi dan penanganan COVID-19 di Pondok Pesantren. “Kita perlu antisipasi agar tidak sampai ada kasus baru COVID-19 di Pondok Pesantren […]

  • Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Program Ngaji Literasi dengan kegiatan diskusi buku Jejaring Ulama Diponegoro di Lantai 3 Gedung Rektorat Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan, Sabtu (08/01/2022). Penulis buku Jejaring Ulama Diponegoro Zainul Milal Bizawie, mengungkap fakta sejarah betapa pentingnya […]

  • ISNU Pasuruan Berikan Penghargaan Kepada 11 Wisudawan Terbaik UNU STAI Salahuddin Pasuruanย 

    ISNU Pasuruan Berikan Penghargaan Kepada 11 Wisudawan Terbaik UNU STAI Salahuddin Pasuruanย 

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi kepada lulusan terbaik Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan di di Hotel Asccent Primerie, Sabtu (23/04/2024). Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adib Muhdi mengatakan, dalam acara wisuda tersebut ISNU memberikan piagam penghargaan dan bingkisan […]

  • Mahasiswa UNU Pasuruan STAI Salahuddin Kenalkan Tanaman Toga Kepada Anak Anak

    Mahasiswa UNU Pasuruan STAI Salahuddin Kenalkan Tanaman Toga Kepada Anak Anak

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • visibility 787
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin menggelar urban jungle di taman lumbung pangan nusantara, jum’at (9/08/2024). Kordinator KKN UNU STAI Salahuddin Pasuruan Izza mengatakan, tujuan diadakannya urban jungle adalah untuk meng edukasi adik-adik mengenai pentingnya Tanaman Obat Obatan (TOGA) dan manfaatnya. “Kami ingin […]

  • Hari Mangrove Sedunia, Prodi Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Gelar Program Konservasi Mangrove di Pesisir Pantai

    Hari Mangrove Sedunia, Prodi Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Gelar Program Konservasi Mangrove di Pesisir Pantai

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar Program Konservasi Mangrove di pesisir pantai Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/07/2025). Aksi ini merupakan langkah nyata untuk merestorasi kawasan pesisir yang selama ini mengalami degradasi akibat abrasi […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca