Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah : Bacaan, Arti dan Keutmaaannya
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar

Salah satu amalan yang banyak dikerjakan oleh kaum muslimin menjelang pergantian Tahun Hijriyah adalah membaca doa akhir tahun.Doa tersebut dibaca pada sore hari setelah shalat Ashar di tanggal akhir bulan Dzulhijjah hingga sebelum masuk waktu Maghrib yang menandai datangnya tanggal 1 Muharam.
Di dalam doa akhir tahun Islam yang dianjurkan oleh para ulama saleh terdahulu, terdapat ungkapan permohonan ampun kepada Allah atas segala dosa, kesalahan, dan kelalaian yang telah dilakukan sepanjang tahun.
Selain itu, doa tersebut juga berisi harapan agar seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakan diterima oleh Allah dan menjadi bekal keberuntungan di masa mendatang.
Merujuk pada kitab Kanzun Najah wa as-Surur, doa akhir Tahun Hijriyah dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali.
Adapun lafaz doa akhir tahun yang dimaksud, disertai bacaan latin dan terjemahannya adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Wa shallallāhu ta’ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam. Allāhumma mā ‘amiltu min ‘amalin fī as-sanah al-mādliyah mimmā nahaitanī ‘anhu falam atub minhu wa lam tardlahu, wa nasītuhu wa lam tansahu, wa ḥalumta ‘annī ma’a qudratika ‘alā ‘uqūbatī, wa da’autanī ilā at-taubati ba‘da jarā’atī ‘alaika. Allāhumma innī astaghfiruka minhu faghfir lī. Allāhumma wa mā ‘amiltu min ‘amalin tardhāhu wa wa‘adtanī ‘alaihi ats-tsawāba wal-ghufrāna fataqabbalhu minnī, wa lā taqtha’ rajā’ī minka yā Karīmu yā Arḥamar-Rāḥimīn. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau. Ya Allah, apa saja amalan yang telah aku lakukan sepanjang tahun yang lalu, yang Engkau larang aku melakukannya, namun aku belum bertobat darinya dan Engkau pun tidak meridhainya, dan aku telah melupakannya, tetapi Engkau tidak lupa, Engkau masih berlembut kepadaku meskipun Engkau mampu menghukumku, dan Engkau telah menyeruku untuk bertobat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu.Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu darinya, maka ampunilah aku. Ya Allah, dan apa pun amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan untukku pahala dan ampunan, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Penyayang dari para penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabat beliau.”
Keutamaan Membaca Doa Akhir Tahun
Terkait anjuran membaca doa akhir tahun ini, para ulama menyebutkan sejumlah keutamaannya. Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki menerangkan bahwa doa akhir tahun dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali. Lalu disebutkan bahwa apabila seseorang membacanya dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, maka setan akan mengakui kegagalan dalam menyesatkannya selama setahun penuh.
Seluruh usaha yang telah dilakukan setan selama setahun untuk menyesatkan seorang muslim menjadi sia-sia dan lenyap hanya dalam waktu yang singkat, berkat amalan doa akhir tahun.
يُقْرَأُ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: تَعِبْنَا مَعَهُ طُولَ السَّنَةِ، وَأَفْسَدَ فِعْلَنَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ
“Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Kami telah bersusah payah bersamanya sepanjang tahun, namun dia merusak semua usaha kami hanya dalam sesaat saja!” (Kanzun Najah wa as-Surur [Beirut: Dar al-Hawi], h. 298-299)
Hal ini tentu menunjukkan betapa besar nilai muhasabah (koreksi diri), istighfar, dan taubat yang terkandung dalam doa akhir tahun. Karena itu, umat Islam perlu menaruh perhatian agar tidak lalai dalam mengamalkannya.
Melalui doa ini, seorang muslim diajak untuk menutup lembaran tahun yang telah berlalu dengan penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan sekaligus harapan agar amal-amal baiknya diterima oleh Allah.
Selayaknya seorang muslim selalu punya harapan dan tidak boleh putus asa. Dan pergantian tahun harus dipahami sebagai bukan sekadar pergantian waktu, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Dengan memperbanyak bacaan doa, istighfar, dan amal saleh di penghujung tahun, harapannya seseorang dapat memasuki Tahun Baru Islam 1448 H dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih baik, dan tekad yang lebih kuat.
Sedangkan doa awal tahun, juga dibaca sebanyak 3 kali setelah memasuki waktu Maghrib dengan harapan agar Allah Swt melimpahkan rahmat, lindungan, kesehatan, keharmonisan, keselamatan, kelapangan rezeki, jodoh, karir, wafat husnul khatimah, serta berbagai kebaikan lainnya. Berikut doa awal tahun:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm. Artinya,
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar