Warga dan Mahasiswa KKN UINSA Kenang Jasa Ustadz Ahmad Syafi’i, Guru Ngaji Pertama di Winong Barat
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar

Pasrepan, NU Pasuruan
Masyarakat Dusun Winong Barat, Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, kembali memperingati Haul ke-24 Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i pada Kamis (25/06/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat yang telah meletakkan dasar pendidikan Islam dan membangun kehidupan keagamaan masyarakat hingga terus dirasakan manfaatnya sampai sekarang.
Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i dikenal masyarakat sebagai sosok sederhana yang mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan masyarakat. Meski tidak pernah menduduki jabatan dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama, beliau merupakan tokoh Nahdhiyyin yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah melalui pendidikan, keteladanan, dan dakwah di tengah masyarakat.
Sebagai dusun yang mayoritas penduduknya merupakan warga Nahdlatul Ulama (Nahdhiyyin), masyarakat Winong Barat terus menjaga tradisi haul sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berjasa membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi media untuk menanamkan nilai keteladanan kepada generasi muda agar semangat mengabdi kepada umat tetap terjaga.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak ba’da Subuh dengan khatmil Al-Qur’an yang diikuti oleh para santri, tokoh agama, masyarakat, serta mahasiswa KKN ke-119 UIN Sunan Ampel Surabaya. Seluruh bacaan Al-Qur’an dihadiahkan sebagai doa bagi Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i.
Memasuki malam hari, masyarakat kembali berkumpul mengikuti puncak haul yang diawali dengan pembacaan Maulid Diba’, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, tahlil, serta doa bersama. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial yang menjadi bagian dari nilai-nilai Islam yang terus diwariskan masyarakat.
Kepala Desa Pohgading, Subandi, menegaskan bahwa haul yang rutin dilaksanakan setiap tahun merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap jasa Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i.
“Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i adalah guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat. Beliau dengan ikhlas dan istiqamah mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak serta membimbing masyarakat tanpa pernah mengharapkan jabatan ataupun balasan. Apa yang beliau tanamkan hingga hari ini masih terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Subandi.
Menurut Subandi, keteladanan Almarhum terlihat dari kesederhanaan dan konsistensinya dalam mendidik masyarakat.
“Banyak santri beliau yang sekarang sudah berhasil dan mengabdi di tengah masyarakat. Itu menunjukkan bahwa pendidikan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan melahirkan manfaat yang terus mengalir. Nilai inilah yang ingin kami wariskan kepada generasi muda melalui peringatan haul setiap tahun,” tambahnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Sholihin, kemudian tausiyah agama dan doa bersama sebagai penutup.
Mahasiswa KKN ke-119 UIN Sunan Ampel Surabaya turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan yang hidup di Desa Pohgading sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai kuatnya budaya Nahdhiyyin dalam memuliakan jasa para ulama.
Haul ke-24 Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i kembali menegaskan bahwa pengabdian seorang guru tidak selalu diukur dari jabatan yang pernah diemban. Ketulusan beliau sebagai guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat telah melahirkan warisan pendidikan yang terus hidup dan menjadi bagian penting dari identitas keagamaan masyarakat hingga saat ini.
Penulis: Abdul Hakim Masdar Hikam
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar