Breaking News
light_mode

Warga dan Mahasiswa KKN UINSA Kenang Jasa Ustadz Ahmad Syafi’i, Guru Ngaji Pertama di Winong Barat

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Pasrepan, NU Pasuruan

Masyarakat Dusun Winong Barat, Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, kembali memperingati Haul ke-24 Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i pada Kamis (25/06/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat yang telah meletakkan dasar pendidikan Islam dan membangun kehidupan keagamaan masyarakat hingga terus dirasakan manfaatnya sampai sekarang.

Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i dikenal masyarakat sebagai sosok sederhana yang mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan masyarakat. Meski tidak pernah menduduki jabatan dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama, beliau merupakan tokoh Nahdhiyyin yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah melalui pendidikan, keteladanan, dan dakwah di tengah masyarakat.

Sebagai dusun yang mayoritas penduduknya merupakan warga Nahdlatul Ulama (Nahdhiyyin), masyarakat Winong Barat terus menjaga tradisi haul sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berjasa membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi media untuk menanamkan nilai keteladanan kepada generasi muda agar semangat mengabdi kepada umat tetap terjaga.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak ba’da Subuh dengan khatmil Al-Qur’an yang diikuti oleh para santri, tokoh agama, masyarakat, serta mahasiswa KKN ke-119 UIN Sunan Ampel Surabaya. Seluruh bacaan Al-Qur’an dihadiahkan sebagai doa bagi Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i.

Memasuki malam hari, masyarakat kembali berkumpul mengikuti puncak haul yang diawali dengan pembacaan Maulid Diba’, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, tahlil, serta doa bersama. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial yang menjadi bagian dari nilai-nilai Islam yang terus diwariskan masyarakat.

Kepala Desa Pohgading, Subandi, menegaskan bahwa haul yang rutin dilaksanakan setiap tahun merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap jasa Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i.

“Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i adalah guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat. Beliau dengan ikhlas dan istiqamah mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak serta membimbing masyarakat tanpa pernah mengharapkan jabatan ataupun balasan. Apa yang beliau tanamkan hingga hari ini masih terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Subandi.

Menurut Subandi, keteladanan Almarhum terlihat dari kesederhanaan dan konsistensinya dalam mendidik masyarakat.

“Banyak santri beliau yang sekarang sudah berhasil dan mengabdi di tengah masyarakat. Itu menunjukkan bahwa pendidikan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan melahirkan manfaat yang terus mengalir. Nilai inilah yang ingin kami wariskan kepada generasi muda melalui peringatan haul setiap tahun,” tambahnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Sholihin, kemudian tausiyah agama dan doa bersama sebagai penutup.

Mahasiswa KKN ke-119 UIN Sunan Ampel Surabaya turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan yang hidup di Desa Pohgading sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai kuatnya budaya Nahdhiyyin dalam memuliakan jasa para ulama.

Haul ke-24 Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i kembali menegaskan bahwa pengabdian seorang guru tidak selalu diukur dari jabatan yang pernah diemban. Ketulusan beliau sebagai guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat telah melahirkan warisan pendidikan yang terus hidup dan menjadi bagian penting dari identitas keagamaan masyarakat hingga saat ini.

Penulis: Abdul Hakim Masdar Hikam

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Guru Inovatif Mengajar Aswaja, Ma’arif NU Pasuruan Gelar Workshop Reaktualisasi Kurikulum

    Dorong Guru Inovatif Mengajar Aswaja, Ma’arif NU Pasuruan Gelar Workshop Reaktualisasi Kurikulum

    • calendar_month Jum, 14 Jul 2023
    • visibility 971
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul ULama (LP Maarif NU) Kabupaten Pasuruan mendorong guru di sekolah dan madrasah yang dinaunginya untuk mampu melakukan inovasi pembelajaran Aswaja. Hal itu dilaksanakan di kegiatan Workshop Reaktualisasi Kurikulum Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Aula KH Ahmad Djufri, Graha NU Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya Warungdowo, Kecamatan […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Akan Salurkan Bantuan Tahap Pertama Korban Banjir Kota Batu

    Hari ini, PCNU Kab. Pasuruan Akan Salurkan Bantuan Tahap Pertama Korban Banjir Kota Batu

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Pasuruan, NUPasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten gerak cepat melakukan koordinasi untuk membantu para korban banjir bandang yang terjadi di Kota Batu pada kamis sore (04/11). Koordinasi yang dilakukan melalui group WhatApps Tim NU Peduli itu, sedang mempersiapkan berbagai alat yang sedang dibutuhkan di lokasi bencana. Yakni cangkul, sekop, gerobak artco, arit, dan lain-lain. “Informasi […]

  • Pabrik Miras dan Penjelasan Fatwa Mbah KH. Ahmad Djufri

    Pabrik Miras dan Penjelasan Fatwa Mbah KH. Ahmad Djufri

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • visibility 973
    • 0Komentar

    Perbincangan tentang pendirian dan/atau investasi terhadap Pabrik Minuman Keras (Miras) yang beberapa hari ramai dibicarakan, jauh sebelumnya, KH. Ahmad Djufri, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten tahun 1965 hingga 1974, yang saat itu masih menjabat sebagai Rais Syuriyah, telah melarang masuknya pabrik miras di Pasuruan. Hal itu Beliau lakukan karena tidak ingin bahaya […]

  • Mahasiswa UNU Pasuruan Siap Revitalisasi Bank Sampah di Desa Randupitu

    Mahasiswa UNU Pasuruan Siap Revitalisasi Bank Sampah di Desa Randupitu

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan resmi memulai pengabdian di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026). Ketua PMM Kelompok 2, Umrotun Nasukha, menegaskan bahwa mahasiswa hadir bukan semata menjalankan kewajiban akademik, melainkan belajar bersama masyarakat untuk menghadirkan manfaat nyata. “Kami datang bukan sebagai pihak yang merasa paling […]

  • Dorong Siswa Jadi Kader NU, LDKS MAN 2 Pasuruan Gandeng IPNU-IPPNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 14 Sep 2018
    • visibility 309
    • 1Komentar

    Madrasah Aliyah Negeri 2 Pasuruan gandeng Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Pasuruan selenggarakan Latihan Dasar Kepimpinan (LDK), Kamis-Jum’at, 13-14 September 2018 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kraton. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) masa khidmat 2018-2019. Hadir sebagai narasumber Sya’dulloh […]

  • NU & UNICEF Bekerjasama Sosialisasikan Kebiasaan Baru Di Kabupaten Pasuruan

    NU & UNICEF Bekerjasama Sosialisasikan Kebiasaan Baru Di Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2020
    • visibility 789
    • 0Komentar

    Sejak Tim Gugus Tugas Kabupaten Pasuruan menetapkan zona kuning untuk wilayah di Kabupaten Pasuruan, beberapa kegiatan telah banyak yang diselenggarakan. Misalnya, acara hajatan, pengajian serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya telah mulai digiatkan lagi. Namun, dengan perenggangan tersebut membuat disiplin protokol kesehatan semakin jarang dipatuhi. Oleh Karena itu, Tim NU Peduli Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca