Silatnas Admin Digdaya Jadi Ruang Evaluasi Transformasi Digital NU
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

Jombang, NU Pasuruan
Forum Silaturahmi Nasional (Silatnas) Admin Digdaya digelar di Aula MAN 3 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sela-sela rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menjadi ruang silaturahmi, evaluasi, sekaligus berbagi pengalaman bagi para admin Digdaya dari berbagai cabang.
Ketua Tim Transformasi Digital Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Arief Faqihuddin menyampaikan bahwa perjalanan implementasi Digdaya hingga saat ini masih membutuhkan kerja bersama dari seluruh jajaran NU.
Menurutnya, capaian yang telah diraih sejauh ini baru sekitar separuh dari target yang diharapkan. Karena itu, masih diperlukan kolaborasi dan penguatan di berbagai tingkatan agar transformasi digital NU dapat berjalan secara optimal.
“Capaian kita masih separuh. Artinya, masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Subhani mengatakan keberhasilan implementasi Digdaya tidak hanya bergantung pada tim di tingkat pusat.
“Admin cabang memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan dan dinamika pengurus di daerah,” ujarnya
Ia menegaskan, admin cabang bukan sekadar bertugas menjalankan sistem, tetapi juga menjadi penghubung antara kebijakan dan penerapannya di tingkat daerah.
“Keberhasilan Digdaya ini tidak hanya bergantung pada pusat. Admin di cabang memiliki peran penting karena terlibat langsung dalam penerapan sistem sekaligus mendampingi pengurus di daerah,” katanya.
Menurut Subhani, pendampingan kepada pengurus menjadi salah satu kunci agar penggunaan Digdaya dapat berjalan secara merata. Setiap cabang memiliki tantangan dan tingkat pemahaman digital yang berbeda sehingga diperlukan komunikasi serta pendampingan secara berkelanjutan.
“Teman-teman admin cabang ini yang bersentuhan langsung dengan pengurus. Karena itu, pengalaman dan masukan dari cabang penting untuk menjadi bahan evaluasi bersama,” tuturnya.
Silatnas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarpenggerak transformasi digital NU.
Berbagai pengalaman dari masing-masing cabang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama untuk mempercepat implementasi Digdaya.Digdaya sendiri menjadi bagian dari upaya NU dalam membangun tata kelola organisasi berbasis digital.
Melalui sistem tersebut, pengelolaan data dan administrasi organisasi diharapkan semakin terintegrasi, efektif, dan mudah diakses oleh struktur NU di berbagai tingkatan.Forum Silatnas Admin Digdaya menjadi salah satu ruang untuk memastikan proses tersebut terus berjalan dengan semangat kolaborasi dari pusat hingga cabang.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar