Breaking News
light_mode

Jelang Muktamar Ke-35 PCNU se-Pasuruan Raya Rumuskan Gagasan Transformasi Gerakan NU Menuju Abad Kedua

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Pasuruan Raya menggelar Diskusi Transformasi Gerakan Keagamaan dan Kemasyarakatan NU Abad Kedua di Gedung ITC Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Jumat-Sabtu (31/7–1/8/2026).

Forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama sekaligus merumuskan arah gerakan NU pada abad kedua.

Mustasyar PCNU Kabupaten Pasuruan, Buya Muzammil Syafi’i, menegaskan hasil diskusi tidak boleh berhenti sebagai dokumen internal semata, melainkan harus menjadi bagian dari khazanah pemikiran Nahdlatul Ulama secara nasional.

” Saya yakin forum seperti ini diselenggarakan oleh banyak PCNU di Indonesia. Semua itu akan memperkaya khazanah keilmuan sekaligus menjadi bekal membangun NU yang lebih baik pada masa mendatang,” ujarnya.

Ia berharap rumusan yang dihasilkan dari forum tersebut benar-benar menjadi rekomendasi terbaik bagi pengembangan organisasi dan kemaslahatan umat.

“Hasilnya nanti akan kita bawa bersama sama untuk muktamar NU nantinya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menyampaikan bahwa setiap menjelang Muktamar NU, PCNU Kabupaten Pasuruan selalu berupaya membawa gagasan yang lahir dari kebutuhan nyata di tingkat cabang.

“Selama ini pembahasan menjelang muktamar sering kali hanya dilakukan secara internal tanpa menghasilkan kesepahaman yang kuat,” jelasnya.

Karena itu, melalui forum lintas PCNU se-Pasuruan Raya ini diharapkan lahir pandangan bersama yang dapat menjadi usulan bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

“Kita ingin berangkat ke muktamar tidak dalam keadaan kosong. Apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan di tingkat PCNU harus menjadi bagian dari program besar PBNU,” tuturnya.

Gus Ipong sapaan akrabnya menilai keberhasilan NU memasuki abad kedua tidak cukup hanya berbangga atas capaian pada abad pertama. Nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU, seperti ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah.

“Kini, tantangannya adalah bagaimana nilai tersebut diterjemahkan menjadi gerakan yang lebih konkret,” pungkasnya.

Para ulama-ulama kita juga mewarisikan prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah telah memberi warna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Maka dari itu gagasan yang dibawa benar-benar lahir dari pengalaman dan kebutuhan di lapangan,” tuturnya

Ia mengingatkan bahwa cita-cita NU menjadi pemimpin peradaban dunia harus diimbangi dengan penguatan di sektor internal, terutama pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Jangan sampai kita berbicara terlalu jauh tentang peradaban dunia, tetapi justru tertinggal di rumah kita sendiri,” katanya.

Pendidikan harus kuat, ekonomi warga harus berkembang, demikian pula perhatian terhadap persoalan lingkungan dan bidang-bidang strategis lainnya.

Karena itu, diskusi tersebut disebut sebagai awal dari rangkaian pertemuan lanjutan yang akan terus dilakukan untuk menghimpun aspirasi dari berbagai daerah. 

“Nanti Hasilnya diharapkan menjadi rekomendasi bersama, termasuk mewakili pandangan warga NU Jawa Timur dalam forum yang lebih luas.

Pada kesempatan itu, dirinya menyinggung perkembangan UNU Pasuruan sebagai salah satu ikhtiar NU meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

” Pasuruan yang selama ini dikenal sebagai daerah pesantren kini juga harus mampu berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi yang melahirkan kekuatan baru di bidang ilmu pengetahuan dan ekonomi,” tutupnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Pondok Pesantren Sehat, LKNU Pasuruan Gelar Bimtek Santri Husada

    Menuju Pondok Pesantren Sehat, LKNU Pasuruan Gelar Bimtek Santri Husada

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabuapten Pasuruan menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) santri husada di aula LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/10/2024). Ketua PC LKNU Kabupaten Pasuruan Dwijo Widodo mengatakan, tujuan dari kegiatan santri husada adalah membentuk upaya kesehatan sumber daya masyarakat pesantren dengan prinsip untuk pesantren dan warga […]

  • Manfaat Silaturahmi Menurut Gus M Nawawi

    Manfaat Silaturahmi Menurut Gus M Nawawi

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus M Nawawi, menekankan pentingnya silaturahmi dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, silaturahmi membawa manfaat besar, termasuk mendapatkan ridho Allah SWT. “Kita semua ini saudara, maka harus saling bersilaturahmi. Minimal dengan menyapa dan menanyakan kabar satu sama lain,” ujarnya dalam Safari Ramadhan di MWCNU […]

  • Kembali Berbagi, PC LAZISNU Kabupaten Pasuruan Santuni Keluarga Hafidz Al-Quran

    • calendar_month Sel, 12 Jun 2018
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Kembali berbagi, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pasuruan santuni keluarga almarhum seorang Hafidz Al-Quran, Dusun Ngebras Pandansari Pandanrejo Rejoso, Senin (11/6/2018).

  • Lebaran, Ranting NU Jarangan Jaga Penyeberangan di Lintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

    Lebaran, Ranting NU Jarangan Jaga Penyeberangan di Lintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

    • calendar_month Sen, 24 Apr 2023
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanBersilaturahmi kepada keluarga, tetangga, saudara, guru, kiai ibu nyai, dan teman menjadi salah satu tradisi dan agenda utama di hari raya Idul Fitri. Salah satu agenda utama lainnya mudik, yakni pulang kampung. Sehingga wajar, lalu lintas jalan raya menjadi padat. Merespon itu, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jarangan, Mejelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama […]

  • Intensitas Hujan Meningkat, Waktunya Santri Tanggap Bencana Dioptimalkan

    Intensitas Hujan Meningkat, Waktunya Santri Tanggap Bencana Dioptimalkan

    • calendar_month Sab, 12 Des 2020
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    KH. A. Nawawi Abd. Syakur atau Gus Awik, berharap kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, agar mengoptimalkan adanya Santri Tanggap Bencana di Pondok Pesantren. “Sangatlah perlu santri tanggap bencana di pondok Pesantren yang daerahnya rawan bencana,” ujarnya saat memberikan tanggapan dalam Rapat Koordinasi dan Temu Relawan se-Kabupaten Pasuruan pada hari Kamis (10/12/2020), bertempat […]

  • Ingin Menyiarkan Kegiatan Hingga Gagasan Pesantren & Kampus, PMII Al-Yasini Gelar Pelatihan Jurnalistik

    Ingin Menyiarkan Kegiatan Hingga Gagasan Pesantren & Kampus, PMII Al-Yasini Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanPengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Al-Yasini kembali menggelar Program Sabtu Melingkar di Ruang Kelas Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini, Sabtu (01/01/2022). Kali ini, kegiatannya berbentuk Pelatihan Jurnalistik. Ketua Komisariat PMII Al-Yasini Aji Fakhruri, menjelaskan latar belakang memilih kegiatan pelatihan jurnalistik itu. Yakni menfasilitasi kader-kader yang ingin menyiarkan kegiatan hingga […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca