KH Imron Mutamakkin Lepas Atlet Terbaik Pagar Nusa ke Banyuwangi
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar

Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan melepas para atlet yang akan mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Pagar Nusa. Pelepasan berlangsung di Gedung PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (22/9/2026).
Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, kemenangan dalam sebuah pertandingan tidak hanya diukur dari hasil akhir. Menurutnya, kemenangan terbesar justru ketika seseorang mampu mengendalikan dan mengalahkan ego dalam dirinya sendiri.
“Kemenangan terbesar dalam diri kita adalah dapat mengalahkan ego itu sendiri. Ketika kita bisa mengalahkan ego sendiri, kita akan bisa mengalahkan yang lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keikutsertaan dalam perlombaan merupakan bagian dari proses evaluasi terhadap kemampuan diri sekaligus perjalanan organisasi.
“Lomba adalah upaya untuk mengevaluasi atas apa yang kita lakukan dan organisasi lakukan,” katanya.
Menurut Gus Ipong, sapaan akrabnya, prestasi yang diraih para atlet merupakan keberhasilan bersama. Namun, keberanian untuk tampil dan bertanding juga merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, terlepas dari hasil yang diperoleh.
“Kalau kita bisa mendapatkan juara, itu adalah keberhasilan bersama. Kalau tidak, gagal itu juga merupakan hal besar yang harus diapresiasi karena kita mau tampil untuk mengalahkan pendekar yang lain,” tuturnya.
“Apapun yang kita dapatkan merupakan suatu keberhasilan yang besar,” imbuhnya.
Ia berharap para pesilat Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan tidak hanya mengejar prestasi dalam pertandingan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan mengawal perjalanan Nahdlatul Ulama.
“Mudah-mudahan para pesilat bisa membantu kejayaan Islam dan mengawal Nahdlatul Ulama,” harapannya
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori menyampaikan apresiasi kepada Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan yang terus melestarikan budaya pencak silat sebagai bagian dari warisan para pendahulu.
“Pencak silat merupapakan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita dan itu hru kita jaga,” terangnya.
Ia berpesan kepada para atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Menurutnya, lawan dalam arena merupakan bagian dari proses pertandingan, sedangkan di luar arena tetap menjadi saudara dan kawan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Pasuruan yang masih melestarikan budaya pencak silat yang dulu dibangun oleh nenek moyang kita. Kita jaga sportivitas, tanding di arena, di luar kita teman,” ujarnya.
Gus Shobih juga berharap para atlet mampu meraih prestasi dalam Kejurwil yang berlangsung di Banyuwangi. Ia menyebut prestasi tersebut dapat menjadi kado bagi Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.
“Kami berharap adik-adik dapat mendapatkan juara di kejuaraan di Banyuwangi untuk kado Hari Jadi Kabupaten Pasuruan,” katanya.
Di sisi lain, Bendahara PC Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan Abdul Malik mengatakan, para atlet yang diberangkatkan merupakan pesilat terbaik hasil seleksi di tingkat cabang.
“Pesilat-pesilat kita masih semangat. Mereka ini telah melewati seleksi dari cabang dan ini adalah yang terbaik,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar