Gus Saiful: Pleno Hasil Asesmen MWCNU dan Ranting Jadi Rekomendasi Konfercab Mendatang
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan berharap hasil asesmen terhadap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) memiliki objektifitas. Sehingga dapat menjadi bahan rekomendasi yang terukur bagi kepengurusan PCNU mendatang, terutama dalam meningkatkan efektivitas pembinaan organisasi.
Hal itu disampaikan Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus Saiful Anam Chalim, dalam Pleno Hasil Asesmen MWCNU dan PRNU di Aula LP Maโarif NU Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti tiga Tim Asesmen MWCNU dan PRNU.
Gus Saiful menjelaskan, asesmen tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kabupaten Pasuruan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi untuk memperkuat pembinaan organisasi di tingkat MWCNU dan ranting.
โPleno itu membahas hasil esesmen yang telah dianalisis dengan data terkait. Dengan harapan hasil asesmen menjadi bahan rekomendasi yang akurat bagi kepengurusan PCNU yang akan datang,โ ujarnya kepada NU Pasuruan, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan dalam pembinaan organisasi adalah perbedaan masa khidmah kepengurusan di tingkat MWCNU dan ranting. Kondisi tersebut menyebabkan periode kepengurusan tidak berjalan secara bersamaan sehingga pembinaan organisasi sulit dilakukan secara berkelanjutan.
โPembinaan PCNU terhadap MWCNU sangat sulit karena masa khidmahnya tidak sama. Ada yang jaraknya tahunan, sedangkan di tingkat ranting bisa berbeda hanya dalam hitungan bulan,โ jelasnya.
Ia mengungkapkan, PCNU Kabupaten Pasuruan sebelumnya pernah berkeinginan menyelenggarakan konferensi MWCNU secara serentak. Namun, saat itu belum terdapat landasan yang dapat dijadikan pedoman pelaksanaan. Dalam Peraturan Perkumpulan (Perkum) PBNU telah memberikan landasan yang memungkinkan konferensi MWCNU dilaksanakan secara serentak.
Gus Saiful menilai, keserentakan masa khidmah menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan efektivitas pembinaan. Sebab, pembinaan yang dilakukan menjelang konferensi berpotensi tidak berkelanjutan apabila pengurus yang telah mendapatkan pembinaan tidak kembali masuk dalam kepengurusan berikutnya.
Sebaliknya, pembinaan yang dilakukan setelah pelantikan dinilai lebih efektif karena pengurus memiliki waktu yang relatif panjang untuk menjalankan program kerja sekaligus menindaklanjuti materi pembinaan yang telah diterima.
โPembinaan setelah pelantikan lebih efektif karena pengurus memiliki masa khidmah yang relatif panjang untuk menjalankan program dan menindaklanjuti hasil pembinaan,โ tegasnya.
Di sisi lain, Gus Saiful menyampaikan bahwa PCNU Kabupaten Pasuruan masih menunggu kepastian kebijakan PBNU terkait pelaksanaan Konfercab. Hal ini menjadi perhatian karena masa berlaku surat keputusan (SK) kepengurusan PCNU Kabupaten Pasuruan hampir berakhir, sementara masa pelaksanaan program kerja juga telah selesai.
Akhirnya, Ia berharap hasil pleno asesmen dapat menjadi pijakan bagi kepengurusan mendatang dalam menyusun kebijakan pembinaan organisasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
โKami berharap hasil asesmen ini dapat menjadi rekomendasi bagi kepengurusan yang akan datang, sehingga pembinaan organisasi, khususnya di tingkat MWCNU dan ranting, bisa berjalan lebih efektif,โ pungkas Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasuruan tersebut.
Penulis: Mokh Faisol
Editor: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar