Breaking News
light_mode

Kenapa Rasulullah Perlu Disholawati?

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Rab, 7 Apr 2021
  • visibility 1.365
  • comment 1 komentar

Nu Pasuruan

Ada sebagian orang orientalis mengeluarkan sedikit statement yang menggelitik, bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang nabi karena masih perlu didoakan (disholawati) oleh ummatnya. Mereka juga beranggapan bukankah nabi itu ma’shum dan sudah pasti masuk surga? Untuk apalagi nabi didoakan?. Sementara dalam Al-Qur’an umat islam diminta untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana Allah dan para Malaikat bersalawat kepada beliau. Kenapa Allah yang sebagai Tuhan Yang Maha Agung ikut berdoa juga (kepada siapa?).

Statement atau pertanyaan yang kritis seperti ini jika kita ladeni, tentu tidak akan ada habisnya. Tetap saja akan timbul pertanyaan lain seperti ini, meski bila dijawab dengan tuntas belum tentu membuat penanya berubah pikiran. Malah kita jadi pusing dan pingin garuk kepala meskipun tidak gatal.

Dan di antara pertanyaan model begini yang paling sering dilontarkan adalah masalah sholawat kepada Nabi. Ini adalah pertanyaan jadul yang muncul dari mereka yang kurang punya pemahaman dalam bahasa Arab khususnya dan ilmu Al-Quran pada umumnya.

Di dalam ilmu tafsir, maksud dari ‘bersholawat’ itu maknanya banyak, tidak hanya bermakna doa. Karena itu di dalam Al-Quran kita menemukan adanya ayat yang menceritakan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi SAW. Dan untuk itu umatnya pun diperintahkan untuk bersholawat kepada beliau juga.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .(QS. Al-Ahzab: 56)

Tentu saja maksud Allah SWT bersholawat bukan untuk berdoa kepada Nabi. Mana mungkin Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya berdoa kepada nabi yang notabene itu ciptaan-Nya sendiri. Tentu hal tersebut salah besar jika  bersholawat di dalam ayat ini diartikan bahwa Allah berdoa. Makna Yang tepat menurut Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi yang beliau jelaskan dalam kitabnya Al-Jami’ li Ahkamil Quran adalah bahwa Allah SWT memberi rahmat kepada nabi. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi Rasulullah SAW.

Terkait para malaikat bersholawat juga bukan berarti malaikat berdoa kepada nabi. Hal tersebut juga disinggung oleh Imam Al-Qurtubi bahwa malaikat memintakan ampunan. Meski pun yang dimintai ampunan sudah tidak punya dosa, lantaran para nabi adalah orang-orang yang ma’shum. Dan hal ini tidak perlu dipertanyakan, sebab Rasulullah SAW sendiri setiap hari meminta ampun kepada Allah SWT seratus kali. Ketika para sahabat menanyakannya, beliau hanya menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Sedangkan jika sholawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasing sayang. Dan mendoakan seorang nabi tidaklah salah, karena salam yang kita sampaikan kepada orang yang bertemu dengan kita pun maknanya adalah doa. Kalimat Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh maknanya adalah ‘Semoga keselamatan terlimpah atasmu serta rahmat dan barkahnya.’.

Buat orang Islam, saling mendoakan satu sama lain adalah hal yang biasa dan telah menjadi syiar agama. Termasuk memberi salam kepada Rasulullah SAW dan bersholawat kepadanya.

Bisa kita logikakan seperti ini, kalau kita mendoakan keselamatan kepada seseorang bukan berarti kita meyakini bahwa orang tersebut dalam ketidak-selamatan. Doa keselamatan itu sama saja ketika kita menyapa teman dengan mengatakan semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat.

Apakah jika kita menyapa demikian berarti teman kita itu sekeluarga sedang dirawat di rumah sakit? Tentu bukan itu maksudnya, karena salam dan sholawat itu sifatnya syiar yang hidup di tengah sesama kita. Dan mendoakan keselamatan tidak berarti yang kita salami itu sedang sakit tidak bisa bangun.

Dengan demikian sesungguhnya yang membutuhkan shalawat bukanlah diri Rasulullah, namun umat beliau. Sebab ketika seseorang bershalawat kepadanya maka ia akan mendapatkan limpahan anugerah dari shalawatnya itu.

Maka, ketika kita membaca shalawat kepada Nabi, pada hakikatnya adalah kita sedang memohon rahmat Allah untuk diri kita sendiri, yang jauh lebih banyak dari rahmat yang kita mohonkan untuk Rasulullah 

Dengan demikian sesungguhnya yang membutuhkan sholawat bukanlah diri Rasulullah, namun umat beliau. Sebab ketika seseorang bersholawat kepadanya maka ia akan mendapatkan limpahan anugerah dari sholawatnya itu. Maka, ketika kita membaca sholawat kepada Nabi, pada hakikatnya adalah kita sedang memohon rahmat Allah untuk diri kita sendiri, yang jauh lebih banyak dari rahmat yang kita mohonkan untuk Rasulullah

Alhamdulillah sangat beruntung sekali kita sebagai warga nahdhiyyin yang selalu bersholawat kepada baginda nabi sebagai ibadah kita, entah itu rutinan di masjid atau dirumah-rumah secara berjamaah. Semakin banyak kita bersholawat kepada Nabi, maka akan semakin banyak dan berlimpah pula rahmat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Apalagi jika membiasakan diri memperbanyak sholawat kepada beliau

Terakhir, mari bersama membaca “Allaahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad.”

Penulis: Muhajirin Yusuf, pemimpin redaksi khazanahquraniyah.com.

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah : Bacaan, Arti dan Keutmaaannya

      Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah : Bacaan, Arti dan Keutmaaannya

      • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
      • visibility 355
      • 0Komentar

      Salah satu amalan yang banyak dikerjakan oleh kaum muslimin menjelang pergantian Tahun Hijriyah adalah membaca doa akhir tahun.Doa tersebut dibaca pada sore hari setelah shalat Ashar di tanggal akhir bulan Dzulhijjah hingga sebelum masuk waktu Maghrib yang menandai datangnya tanggal 1 Muharam. Di dalam doa akhir tahun Islam yang dianjurkan oleh para ulama saleh terdahulu, […]

    • Catat dan Ikuti, Istighotsah Jumat Mendatang di Masjid Al-Ula Tutur

      Catat dan Ikuti, Istighotsah Jumat Mendatang di Masjid Al-Ula Tutur

      • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
      • visibility 835
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan secara rutin menggelar ‘Istighotsah Jumat Legi’. Jumat (02/09/2022) mendatang, akan dilaksanakan di Masjid Al-Ula, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur. Sekretaris PCNU, KH Saiful Anam Chalim mengundang, seluruh pengurus dan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengikuti ‘Istighotsah Rutin Jumat Legi’. Acara dimulai pukul 13.00 WIB. “Mari mendekatkan […]

    • Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

      Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

      • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
      • visibility 1.405
      • 0Komentar

      Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar pelatihan pembuatan pakan ikan alternatif magot di Balai Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Ahad (27/08/2023). Lallatul Nuzulah salah satu mahasiswa KKN-K UNU STAI Salahuddin Pasuruan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah […]

    • PCNU & ANSOR Kab. Pasuruan Bagi 400 Kupon Daging Kurban

      PCNU & ANSOR Kab. Pasuruan Bagi 400 Kupon Daging Kurban

      • calendar_month Sen, 3 Agu 2020
      • visibility 1.085
      • 0Komentar

      Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan bersama PC GP ANSOR Kabupaten Pasuruan mengadakan penyembelihan hewan kurban di halaman Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Jl. Raya Warungdowo (Barat Lapangan), Pohjentrek, Minggu (2/8/2020). “Kami menyembelih dua ekor sapi jenis limosin dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, kami pun telah mempersiapkan 400 kupon dan sudah dibagikan kepada […]

    • Begini Sambutan Wakil Bupati Pasuruan dalam Istighosah Rutin Jumat Legi PCNU Kabupaten Pasuruan

      • calendar_month Ming, 9 Des 2018
      • visibility 737
      • 0Komentar

      Wakil Bupati Pasuruan, KH. A. Mujib Imron, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah berdasarkan Visi dan Misi Bupati, akan membangun Kabupaten Pasuruan berbasis keluarga dan memiliki karakter. “Pemerintah kabupaten Pasuruan melalui Visi Misi Bupati bertekad membangun Pasuruan berbasis keluarga dan Karakter,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Istighotsah Rutin Jum’at Legi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten […]

    • Dies Maulidiyah Pertama, ITSNU Pasuruan Bersholawat Bersama Veve Zulfikar

      • calendar_month Sel, 26 Feb 2019
      • visibility 1.144
      • 1Komentar

      Genap usia 1 (satu) tahun, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan bakal selenggarakan Majelis Sholawat bersama Ustadz Zulfikar dan Veve Zulfikar, besok hari Rabu (27/02/2019) di Aula KH. A. Jufri PCNU kabupaten Pasuruan. Menurut Amidatus Shollihat Jamil selaku panitia, dalam Dies Maulidiyah pertama ini, juga akan ada penandatanganan MoU ITSNU Pasuruan dengan beberapa […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca