UNU Pasuruan Berangkatkan Peserta PMM 2026, Mahasiswa Diminta Bangun Kolaborasi dengan Masyarakat
- account_circle Mazia Nadiatus Sholahah
- calendar_month Ming, 19 Jul 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melepas peserta Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) 2026 di Aula KH Achmad Djufri, Graha NU Pasuruan, Sabtu (18/07/2026).
Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi, menegaskan bahwa Program Mahasiswa Mengabdi bukan sekadar Kuliah Kerja Nyata (KKN), melainkan “kuliah kehidupan nyata” yang mengajarkan mahasiswa belajar langsung dari masyarakat.Menurutnya, keberhasilan PMM tidak diukur dari nilai akademik semata, melainkan sejauh mana mahasiswa mampu menghadirkan manfaat dan solusi bagi masyarakat.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kuliah kehidupan nyata. Mahasiswa harus hadir memberi manfaat, menjadi problem solver, dan mampu menggerakkan masyarakat,” ujarnya.
Ia berpesan agar seluruh peserta PMM memegang lima prinsip selama menjalankan pengabdian. Pertama, meluruskan niat bahwa PMM merupakan bagian dari ibadah. Kedua, membangun kolaborasi dengan masyarakat tanpa merasa paling tahu.
“Ketiga, menjadi pemecah masalah melalui solusi yang nyata. Keempat, meninggalkan jejak kebaikan yang dapat dirasakan masyarakat. Kelima, mendokumentasikan seluruh proses pengabdian dalam bentuk riset dan karya tulis ilmiah,”terangnya.
Sementara itu, perwakilan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Pasuruan, H. Rohani Siswanto, mengajak mahasiswa menjadikan PMM sebagai momentum membaca peluang pembangunan desa. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menggali potensi desa dan menghadirkan inovasi yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Pasuruan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui gagasan, inovasi, dan program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Pada sesi pemantapan akademik, Ahmad Shazrin bin Mohamed Azmi dari Centre of Studies for Estate Management, Faculty of Built Environment, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia mengapresiasi konsistensi UNU Pasuruan dalam menyelenggarakan PMM sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.Menurutnya, model pengabdian di Indonesia memiliki keunggulan karena mampu membentuk karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial mahasiswa melalui keterlibatan langsung bersama masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang.
“Sistem pengabdian masyarakat di Indonesia berbeda dengan Malaysia. Di Indonesia, program Kuliah Kerja Nyata menjadi bagian dari kurikulum wajib, sedangkan di Malaysia lebih banyak dilaksanakan secara sukarela melalui program University Social Responsibility (USR),” tambahnya.
- Penulis: Mazia Nadiatus Sholahah
- Editor: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar