Breaking News
light_mode

Bersyukur atas Nikmat Lisan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
  • visibility 1.467
  • comment 0 komentar

Di antara semua anggota badan itu yang paling krusial adalah lisan. Lisan merupakan perangkat di dalam tubuh manusia yang bisa menimbulkan manfaat, namun sekaligus mudarat yang besar bila tak benar penggunaannya. Karena itu ada pepatah mengatakan, mulutmu adalah harimaumu

Sebuah perumpamaan yang menegaskan kekuatan dan kebuasan mulut berucap. Bisa saja dengan perkataaan yang keluar dari mulut dapat menolong dari serangan orang atau akan membunu diri sendir atas kesalahan ucapkan yang keluar. Melalui kata-kata, seseorang bisa menolong orang lain. Dan lewat kata-kata pula seseorang bisa menimbulkan kerugian tak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain.

Manusia dikarunia akal sehat, agar ia berpikir terhadap setiap yang ia lakukan atau ucapkan. Berpikir tentang nilai kebaikan dalam kata-kata yang akan kita ucapkan, juga dampak yang bakal timbul setelah ucapan itu dilontarkan. Ini penting dicatat supaya kesalahan tak berlipat ganda karena lisan manusia yang tak terjaga. Allah SWT telah menegaskan atas berucap haruslah benar dan itu juga bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar. (QS Al-Ahzab : 70-71)

Karena saking krusialnya, bahkan ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berisi hanya memberi dua pilihan terkait fungsi lisan: untuk berkata yang baik atau diam saja.

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَـيْرًا أَوْ لِيَـصـمُــتْ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam

Dalam hadist ini Rasulullah mendahuluinya dengan mengungkapkan keimanan seseorang kepada Allah dan hari Akhir dikaitkan dengan pentingnya menjaga lisan. Keimanan adalah hal mendasar bagi umat Islam. Ini menunjukkan bahwa urusan lisan bukan urusan main-main. Supaya manusia hati-hati menggunakannya, karena efeknya sangat luar biasa, berapa banyak orang yang hancur gara gara mulutnya tak diatur, hubungan persaudaraan pecah gara-gara lisannya tak terarah, jabatan tersingkir gara-gara omongan yang tidak dipikir.

Kenapa dihubungkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhirat? Hal ini tentang pesan bahwa segala ucapan yang keluarkan manusia sejatinya selalu dalam pengawasan Allah. Ucapan itu juga mengandung pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia melainkan di akhirat pula. Orang yang berbicara sembrono, tanpa mempertimbangkan dampak buruknya, mengindikasikan pengabaian terhadap keyakinan bahwa Allah selalu hadir menyaksikan dan hari pembalasan pasti akan datang. Allah juga mengutus malaikat khusus untuk mengawasi setiap ucapan kita.

KH Mujib Imron dalam ceramahnya beliau menegaskan untuk bersyukur dengan memperbanyak mengucapkan hamdalah, rahasia hamdalah ini memiliki banyak keistimewaan dan fadhilah. Hamdalah merupakan simbol seorang hamba yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Seorang mukmin yang bersyukur, tidak akan membiarkan lisannya malang melintang tanpa batas. Ia sadar bahwa setiap kata yang terucap dan setiap kalimat yang tersampaikan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah kelak di hari kemudian.

Hamba yang bersyukur kepada Allah ialah hamba yang mampu menggunakan lisannya dengan baik, saling menasehati antara sesama muslim dan memanfaatkannya untuk berdzikir. Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji-Nya.

Apabila seseorang mengucapkan tahmid-hamdalah akan dituliskan 30 kebaikan dan dihapuskannya 30 kesalahan. Rasul SAW telah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا عِشْرُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ عِشْرُونَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَ لَهُ بِهَا ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memilih empat perkataan, yaitu subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha ilallah, dan allahu akbar. Barangsiapa mengucapkan “Subhanallah” maka akan dituliskan untuknya dua puluh kebaikan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan. Barangsiapa mengucapkan “Allahu Akbar” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula. Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula Dan barangsiapa mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil alamin” dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.” (HR. Ahmad)

الْحَمْدُ لِلَّهِ adalah sebaik-baiknya doa. Yang mana sebaik-baik dzikir adalah lailahaillah, sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

Dari Jabir bin Abdillah RA, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah ( HR. Tirmidzi).

Gus Mujib yang juga aktif sebagai wakil bupati Pasuruan itu menambahkan, bahwasanya Manusia pertama yang akan masuk surga adalah manusia yang banyak membaca hamdalah .

أول من يدعى إلى الجنة الحمادون الذين يحمدون الله على السراء والضراء

Manusia yang pertama kali akan dipanggil masuk ke dalam surga adalah Al-Hammadun. Yaitu orang-orang yang senantiasa membaca Alhamdulillah dalam kondisi susah maupun senang.

Syukur nikmat dengan mengucap hamdalah adalah bentuk sopan-santun dan akhlak kita kepada Allah SWT. Jangan bersikap kufur dengan selalu meratapi apa yang sudah dimiliki, karena hal tersebut merupakan sebuah bentuk kelancangan kepada Allah. Ada penjelasan yang unik dari Kiai Sholeh Darat. Atas keutamaan dan kemuliaan bacaan hamdalah yang terkutip didalam kitab beliau

I’lamWeruha sira kabeh mukallaf! Setuhune kalimah Alhamdulillah iku kalimah kang mulya lan agung faḍilahe maka wajib arep angereksa ing iki kalimah aja kasi den muqabalah-aken maring barang kang maksiat utawa barang kang ina mungguh syara’.

ketahuilah kalian semua orang mukallaf! Sesungguhnya kalimat Alhamdulilah itu merupakan kalimah yang mulia dan agung faḍilah-nya. Maka wajib untuk menjaga kalimah ini, jangan sampai di-muqabalah-kan (dibandingkan) dengan sesuatu yang maksiat atau sesuatu yang hina menurut syara’.

Kiai sholeh darat menegaskan atas kalimah mulia dan banyak fadhilah nya yakni hamdalah haruslah dijaga dengan tidak juga digunakan pada hal yang salah. Selain itu Kiai Sholeh Darat juga mencantumkan hikayat seseorang yang harus bertaubat selama 30 tahun karena salah dalam mengucapkan ‘Alhamdulillah’. Hikayat yang tertulis dengan bahasa Jawa dan huruf pegon.

Berkatalah seorang murid kepada Syaikh Sirriy as-Saqaṭi, “Bagaimana caraku menjaga kalimah (Alhamdulillah) ini?” Beliau menjawab: “Saya sudah 30 tahun bertaubat kepada Allah karena meminta ampunan atas ucapanku yang berupa Alhamdulillah”. Lalu murid itu berkata: “Bagaimana bisa seperti itu?” Syaikh Sirriy as-Saqaṭi menjawab, “Suatu hari di Baghdad ada kebakaran. Semua rumah dan toko penduduk terbakar.

Lalu ada seseorang yang mengabariku bahwa tokoku tidak terbakar, maka aku mengucapkan Alhamdulillah. Hal itu berarti aku merasa gembira karena tokoku tidak terbakar, sedangkan toko semua orang telah terbakar.Padahal. salah satu dari hak-hak orang yang ahli agama dan menjaga marwahnya adalah tidak gembira karena tokonya selamat, sedangkan toko semua orang telah terbakar. Maka dari itulah aku beristighfar selama 30 tahun dari dosa tersebut.”

Hikayat di atas telah memberi kita pelajaran bahwa berbuat baik sekalipun harus mempertimbangkan tempat dan keadaan. Manusia memang harus mengikuti aturan agama, namun bukan berarti dia boleh mengesampingkan etika terhadap sesama manusia. Sehingga mengucapkan hamdalah dan bergembira saat orang lain menderita, ditetapkan sebagai dosa.

Penulis: M Najich Syamsuddini, Alumnus Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang dan tinggal di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan

Editor: Muhajirin Yusuf

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Amalan Utama di Bulan Ramadhan Ala Doktor Bahrul Ulum

    Tiga Amalan Utama di Bulan Ramadhan Ala Doktor Bahrul Ulum

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • visibility 986
    • 1Komentar

    Grati, NU PasuruanPelaksana Tugas (Plt) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Doktor H Bahrul Ulum menyebutkan, terdapat tiga amalan ibadah yang bersifat utama untuk dilaksanakan di Bulan Ramadhan. Hal itu disampaikan di acara Gerakan Madrasah Bertadarrus dan Kajian Bersama (Gema Berkah) di Masjid Ulul Albab, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Pasuruan, Jalan Raya Ngopak, Desa […]

  • Regenerasi Berintegritas, PK IPNU-IPPNU MA Ma’arif Al-Asy’ari Gondangwetan Lahirkan Pemimpin Baru

    Regenerasi Berintegritas, PK IPNU-IPPNU MA Ma’arif Al-Asy’ari Gondangwetan Lahirkan Pemimpin Baru

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Semangat regenerasi pelajar Nahdlatul Ulama tampak nyata dalam gelaran Rapat Anggota (Rapta) VIII dan Pemilihan Umum Raya (Permira) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MA Ma’arif Al-Asy’ari Gondangwetan, Sabtu (1/11/2025). Dengan mengusung tema “Tongkat Estafet: Regenerasi Berintegritas, Membangun Kualitas, Menggapai Cita Bersama,” kegiatan […]

  • Lakmud IPNU IPPNU MA Ma’arif NU Gondangwetan Bentuk Impementasi Ajaran Aswaja

    Lakmud IPNU IPPNU MA Ma’arif NU Gondangwetan Bentuk Impementasi Ajaran Aswaja

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul  Ulama (IPPNU) MA Ma’arif NU Al-Asyari Gondangwetan menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) di gedung sekolah setempat, Rabu-Sabtu, (11-14/12/2024). Kepala Madrasah Aliyh Maarif Al Asyari Gondangwetan Dieah Dwi Suryawati menyampaikan bahwa Lakmud merupakan salah satu bentuk implementasi dari mata pelajaran Aswaja […]

  • Penutupan Safari Ramadhan: KH. Imron Mutamakkin Jelaskan Makna & Konteks Berjihad

    • calendar_month Ming, 3 Jun 2018
    • visibility 405
    • 1Komentar

    Merespon terjadinya kesalahan dalam memaknai Jihad yang dilakukan oleh kelompok Radikal, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengajak warga Nahdliyin untuk kembali memahami makna dan bagaimana konteks dalam berjihad di dalam agama Islam.

  • Sajak “APA KABAR ADAM” karya Gus Haidar Hafeez

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • visibility 966
    • 0Komentar

    APA KABAR ADAM (Haidar Hafeez) . Nun jauh di angkasa raya Malaikat menikmati indah cahaya Malaikat saling bertanya Apakah itu cahaya nabi Adam Bukan itu cahaya kerasulan nabi Muhamad Dengan cahaya itu nabi Adam dianugerahi derajat tertinggi Dengan menjadi Adam di sorga Tercipta dari sari pati kebaikan di atas bumi Usai tuhan menggagal produksikan jin […]

  • Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    Mungkin tak banyak yang tahu, jika awal mula berdirinya Nahdlatul Ulama, tak serta merta langsung mendirikan kepengurusan Cabang di berbagai daerah. Meski pada proses pendiriannya dihadiri oleh segenap ulama dari Jawa-Madura, akan tetapi butuh waktu dua tahun bagi Hadratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar NU, untuk merestui berdirinya Cabang NU di berbagai daerah. Sebagaimana dikabarkan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca