Breaking News
light_mode

Bersyukur atas Nikmat Lisan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
  • visibility 1.451
  • comment 0 komentar

Di antara semua anggota badan itu yang paling krusial adalah lisan. Lisan merupakan perangkat di dalam tubuh manusia yang bisa menimbulkan manfaat, namun sekaligus mudarat yang besar bila tak benar penggunaannya. Karena itu ada pepatah mengatakan, mulutmu adalah harimaumu

Sebuah perumpamaan yang menegaskan kekuatan dan kebuasan mulut berucap. Bisa saja dengan perkataaan yang keluar dari mulut dapat menolong dari serangan orang atau akan membunu diri sendir atas kesalahan ucapkan yang keluar. Melalui kata-kata, seseorang bisa menolong orang lain. Dan lewat kata-kata pula seseorang bisa menimbulkan kerugian tak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain.

Manusia dikarunia akal sehat, agar ia berpikir terhadap setiap yang ia lakukan atau ucapkan. Berpikir tentang nilai kebaikan dalam kata-kata yang akan kita ucapkan, juga dampak yang bakal timbul setelah ucapan itu dilontarkan. Ini penting dicatat supaya kesalahan tak berlipat ganda karena lisan manusia yang tak terjaga. Allah SWT telah menegaskan atas berucap haruslah benar dan itu juga bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar. (QS Al-Ahzab : 70-71)

Karena saking krusialnya, bahkan ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berisi hanya memberi dua pilihan terkait fungsi lisan: untuk berkata yang baik atau diam saja.

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَـيْرًا أَوْ لِيَـصـمُــتْ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam

Dalam hadist ini Rasulullah mendahuluinya dengan mengungkapkan keimanan seseorang kepada Allah dan hari Akhir dikaitkan dengan pentingnya menjaga lisan. Keimanan adalah hal mendasar bagi umat Islam. Ini menunjukkan bahwa urusan lisan bukan urusan main-main. Supaya manusia hati-hati menggunakannya, karena efeknya sangat luar biasa, berapa banyak orang yang hancur gara gara mulutnya tak diatur, hubungan persaudaraan pecah gara-gara lisannya tak terarah, jabatan tersingkir gara-gara omongan yang tidak dipikir.

Kenapa dihubungkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhirat? Hal ini tentang pesan bahwa segala ucapan yang keluarkan manusia sejatinya selalu dalam pengawasan Allah. Ucapan itu juga mengandung pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia melainkan di akhirat pula. Orang yang berbicara sembrono, tanpa mempertimbangkan dampak buruknya, mengindikasikan pengabaian terhadap keyakinan bahwa Allah selalu hadir menyaksikan dan hari pembalasan pasti akan datang. Allah juga mengutus malaikat khusus untuk mengawasi setiap ucapan kita.

KH Mujib Imron dalam ceramahnya beliau menegaskan untuk bersyukur dengan memperbanyak mengucapkan hamdalah, rahasia hamdalah ini memiliki banyak keistimewaan dan fadhilah. Hamdalah merupakan simbol seorang hamba yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Seorang mukmin yang bersyukur, tidak akan membiarkan lisannya malang melintang tanpa batas. Ia sadar bahwa setiap kata yang terucap dan setiap kalimat yang tersampaikan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah kelak di hari kemudian.

Hamba yang bersyukur kepada Allah ialah hamba yang mampu menggunakan lisannya dengan baik, saling menasehati antara sesama muslim dan memanfaatkannya untuk berdzikir. Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji-Nya.

Apabila seseorang mengucapkan tahmid-hamdalah akan dituliskan 30 kebaikan dan dihapuskannya 30 kesalahan. Rasul SAW telah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا عِشْرُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ عِشْرُونَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَ لَهُ بِهَا ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memilih empat perkataan, yaitu subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha ilallah, dan allahu akbar. Barangsiapa mengucapkan “Subhanallah” maka akan dituliskan untuknya dua puluh kebaikan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan. Barangsiapa mengucapkan “Allahu Akbar” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula. Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula Dan barangsiapa mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil alamin” dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.” (HR. Ahmad)

الْحَمْدُ لِلَّهِ adalah sebaik-baiknya doa. Yang mana sebaik-baik dzikir adalah lailahaillah, sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

Dari Jabir bin Abdillah RA, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah ( HR. Tirmidzi).

Gus Mujib yang juga aktif sebagai wakil bupati Pasuruan itu menambahkan, bahwasanya Manusia pertama yang akan masuk surga adalah manusia yang banyak membaca hamdalah .

أول من يدعى إلى الجنة الحمادون الذين يحمدون الله على السراء والضراء

Manusia yang pertama kali akan dipanggil masuk ke dalam surga adalah Al-Hammadun. Yaitu orang-orang yang senantiasa membaca Alhamdulillah dalam kondisi susah maupun senang.

Syukur nikmat dengan mengucap hamdalah adalah bentuk sopan-santun dan akhlak kita kepada Allah SWT. Jangan bersikap kufur dengan selalu meratapi apa yang sudah dimiliki, karena hal tersebut merupakan sebuah bentuk kelancangan kepada Allah. Ada penjelasan yang unik dari Kiai Sholeh Darat. Atas keutamaan dan kemuliaan bacaan hamdalah yang terkutip didalam kitab beliau

I’lamWeruha sira kabeh mukallaf! Setuhune kalimah Alhamdulillah iku kalimah kang mulya lan agung faḍilahe maka wajib arep angereksa ing iki kalimah aja kasi den muqabalah-aken maring barang kang maksiat utawa barang kang ina mungguh syara’.

ketahuilah kalian semua orang mukallaf! Sesungguhnya kalimat Alhamdulilah itu merupakan kalimah yang mulia dan agung faḍilah-nya. Maka wajib untuk menjaga kalimah ini, jangan sampai di-muqabalah-kan (dibandingkan) dengan sesuatu yang maksiat atau sesuatu yang hina menurut syara’.

Kiai sholeh darat menegaskan atas kalimah mulia dan banyak fadhilah nya yakni hamdalah haruslah dijaga dengan tidak juga digunakan pada hal yang salah. Selain itu Kiai Sholeh Darat juga mencantumkan hikayat seseorang yang harus bertaubat selama 30 tahun karena salah dalam mengucapkan ‘Alhamdulillah’. Hikayat yang tertulis dengan bahasa Jawa dan huruf pegon.

Berkatalah seorang murid kepada Syaikh Sirriy as-Saqaṭi, “Bagaimana caraku menjaga kalimah (Alhamdulillah) ini?” Beliau menjawab: “Saya sudah 30 tahun bertaubat kepada Allah karena meminta ampunan atas ucapanku yang berupa Alhamdulillah”. Lalu murid itu berkata: “Bagaimana bisa seperti itu?” Syaikh Sirriy as-Saqaṭi menjawab, “Suatu hari di Baghdad ada kebakaran. Semua rumah dan toko penduduk terbakar.

Lalu ada seseorang yang mengabariku bahwa tokoku tidak terbakar, maka aku mengucapkan Alhamdulillah. Hal itu berarti aku merasa gembira karena tokoku tidak terbakar, sedangkan toko semua orang telah terbakar.Padahal. salah satu dari hak-hak orang yang ahli agama dan menjaga marwahnya adalah tidak gembira karena tokonya selamat, sedangkan toko semua orang telah terbakar. Maka dari itulah aku beristighfar selama 30 tahun dari dosa tersebut.”

Hikayat di atas telah memberi kita pelajaran bahwa berbuat baik sekalipun harus mempertimbangkan tempat dan keadaan. Manusia memang harus mengikuti aturan agama, namun bukan berarti dia boleh mengesampingkan etika terhadap sesama manusia. Sehingga mengucapkan hamdalah dan bergembira saat orang lain menderita, ditetapkan sebagai dosa.

Penulis: M Najich Syamsuddini, Alumnus Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang dan tinggal di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan

Editor: Muhajirin Yusuf

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Enam Pembicara, ISNU Gandeng IAI Dalwa Gelar Seminar Nasional dan Bedah Buku

    Hadirkan Enam Pembicara, ISNU Gandeng IAI Dalwa Gelar Seminar Nasional dan Bedah Buku

    • calendar_month Sab, 1 Jan 2022
    • visibility 645
    • 0Komentar

    Bangil, NU Pasuruan – Dipenghujung akhir tahun, Jumat 31 Desember 2021. Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan bersama Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (IAI Dalwa) mengundang enam pembicara dalam acara seminar nasional dan bedah buku “Tradisi Pendidikan Nilai di Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren”. Seminar ini dihadiri oleh para sarjana NU disetiap […]

  • Ini Cara Dosen Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah

    Ini Cara Dosen Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanDosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan mendampingi penyusunan karya ilmiah bagi guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gondangwetan. Pendampingan dimulai dengan sosialisasi di Gedung Laboratorium Fisika, SMAN 1 Gondangwetan, Selasa (20/12/2022). Adapun penutupan pendampingan akan dilakukan pada Selasa mendatang […]

  • Warga dan Mahasiswa KKN UINSA Kenang Jasa Ustadz Ahmad Syafi’i, Guru Ngaji Pertama di Winong Barat

    Warga dan Mahasiswa KKN UINSA Kenang Jasa Ustadz Ahmad Syafi’i, Guru Ngaji Pertama di Winong Barat

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Pasrepan, NU Pasuruan Masyarakat Dusun Winong Barat, Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, kembali memperingati Haul ke-24 Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i pada Kamis (25/06/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat yang telah meletakkan dasar pendidikan Islam dan membangun kehidupan keagamaan masyarakat hingga terus dirasakan manfaatnya sampai sekarang. […]

  • Yuk Ikut Majelis Rindu, Asyiknya Ngaji, Musik, dan Curhat

    Yuk Ikut Majelis Rindu, Asyiknya Ngaji, Musik, dan Curhat

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga dan Badan Otonom (Banom) di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan akan menggelar ‘Majelis Rindu: Never Sambat, Loss Bahagia’, besok Sabtu (20/08/2022). Lokasi kegiatan dipusatkan di KH Achmad Djufri Hall Room, Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Direktur Media Center PCNU, Ustadz M Subadar menjelaskan, sasaran peserta ‘Majelis […]

  • Istighosah Rutin, KH Imron Mutamakkin Ajak Warga Nahdliyin Jaga Marwah Organisasi

    Istighosah Rutin, KH Imron Mutamakkin Ajak Warga Nahdliyin Jaga Marwah Organisasi

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Puspo, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan pentingnya menjaga militansi NU dan peran keilmuan yang telah diwariskan para ulama Pasuruan. Hal itu ia sampaikan dalam Istighosah Jum’at Legi yang digelar PCNU Pasuruan di Masjid Al Huda, Kecamatan Puspo, Jumat (26/09/2025). Menurutnya, sejak dulu Pasuruan memiliki kontribusi besar […]

  • LTMNU Pasuruan Fasilitasi Warga Membangun Masjid

    LTMNU Pasuruan Fasilitasi Warga Membangun Masjid

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU PasuruanLembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melaksanakan pembinaan kemasjidan di Langgar Dusun Kandangsari, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (4/12/2021). Ketua LTMNU Kabupaten Pasuruan Mundir Muslih, menjelaskan tentang persiapan-persiapan teknis dalam pembangunan masjid. Misalnya dokumen tanah wakaf. “Terdiri dari surat pernyataan wakif bermaterai Rp. 10.000, Akta Ikrar […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca