Breaking News
light_mode

Bersyukur atas Nikmat Lisan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
  • visibility 1.489
  • comment 0 komentar

Di antara semua anggota badan itu yang paling krusial adalah lisan. Lisan merupakan perangkat di dalam tubuh manusia yang bisa menimbulkan manfaat, namun sekaligus mudarat yang besar bila tak benar penggunaannya. Karena itu ada pepatah mengatakan, mulutmu adalah harimaumu

Sebuah perumpamaan yang menegaskan kekuatan dan kebuasan mulut berucap. Bisa saja dengan perkataaan yang keluar dari mulut dapat menolong dari serangan orang atau akan membunu diri sendir atas kesalahan ucapkan yang keluar. Melalui kata-kata, seseorang bisa menolong orang lain. Dan lewat kata-kata pula seseorang bisa menimbulkan kerugian tak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain.

Manusia dikarunia akal sehat, agar ia berpikir terhadap setiap yang ia lakukan atau ucapkan. Berpikir tentang nilai kebaikan dalam kata-kata yang akan kita ucapkan, juga dampak yang bakal timbul setelah ucapan itu dilontarkan. Ini penting dicatat supaya kesalahan tak berlipat ganda karena lisan manusia yang tak terjaga. Allah SWT telah menegaskan atas berucap haruslah benar dan itu juga bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar. (QS Al-Ahzab : 70-71)

Karena saking krusialnya, bahkan ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berisi hanya memberi dua pilihan terkait fungsi lisan: untuk berkata yang baik atau diam saja.

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَـيْرًا أَوْ لِيَـصـمُــتْ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam

Dalam hadist ini Rasulullah mendahuluinya dengan mengungkapkan keimanan seseorang kepada Allah dan hari Akhir dikaitkan dengan pentingnya menjaga lisan. Keimanan adalah hal mendasar bagi umat Islam. Ini menunjukkan bahwa urusan lisan bukan urusan main-main. Supaya manusia hati-hati menggunakannya, karena efeknya sangat luar biasa, berapa banyak orang yang hancur gara gara mulutnya tak diatur, hubungan persaudaraan pecah gara-gara lisannya tak terarah, jabatan tersingkir gara-gara omongan yang tidak dipikir.

Kenapa dihubungkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhirat? Hal ini tentang pesan bahwa segala ucapan yang keluarkan manusia sejatinya selalu dalam pengawasan Allah. Ucapan itu juga mengandung pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia melainkan di akhirat pula. Orang yang berbicara sembrono, tanpa mempertimbangkan dampak buruknya, mengindikasikan pengabaian terhadap keyakinan bahwa Allah selalu hadir menyaksikan dan hari pembalasan pasti akan datang. Allah juga mengutus malaikat khusus untuk mengawasi setiap ucapan kita.

KH Mujib Imron dalam ceramahnya beliau menegaskan untuk bersyukur dengan memperbanyak mengucapkan hamdalah, rahasia hamdalah ini memiliki banyak keistimewaan dan fadhilah. Hamdalah merupakan simbol seorang hamba yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Seorang mukmin yang bersyukur, tidak akan membiarkan lisannya malang melintang tanpa batas. Ia sadar bahwa setiap kata yang terucap dan setiap kalimat yang tersampaikan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah kelak di hari kemudian.

Hamba yang bersyukur kepada Allah ialah hamba yang mampu menggunakan lisannya dengan baik, saling menasehati antara sesama muslim dan memanfaatkannya untuk berdzikir. Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji-Nya.

Apabila seseorang mengucapkan tahmid-hamdalah akan dituliskan 30 kebaikan dan dihapuskannya 30 kesalahan. Rasul SAW telah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا عِشْرُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ عِشْرُونَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَ لَهُ بِهَا ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memilih empat perkataan, yaitu subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha ilallah, dan allahu akbar. Barangsiapa mengucapkan “Subhanallah” maka akan dituliskan untuknya dua puluh kebaikan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan. Barangsiapa mengucapkan “Allahu Akbar” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula. Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula Dan barangsiapa mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil alamin” dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.” (HR. Ahmad)

الْحَمْدُ لِلَّهِ adalah sebaik-baiknya doa. Yang mana sebaik-baik dzikir adalah lailahaillah, sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

Dari Jabir bin Abdillah RA, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah ( HR. Tirmidzi).

Gus Mujib yang juga aktif sebagai wakil bupati Pasuruan itu menambahkan, bahwasanya Manusia pertama yang akan masuk surga adalah manusia yang banyak membaca hamdalah .

أول من يدعى إلى الجنة الحمادون الذين يحمدون الله على السراء والضراء

Manusia yang pertama kali akan dipanggil masuk ke dalam surga adalah Al-Hammadun. Yaitu orang-orang yang senantiasa membaca Alhamdulillah dalam kondisi susah maupun senang.

Syukur nikmat dengan mengucap hamdalah adalah bentuk sopan-santun dan akhlak kita kepada Allah SWT. Jangan bersikap kufur dengan selalu meratapi apa yang sudah dimiliki, karena hal tersebut merupakan sebuah bentuk kelancangan kepada Allah. Ada penjelasan yang unik dari Kiai Sholeh Darat. Atas keutamaan dan kemuliaan bacaan hamdalah yang terkutip didalam kitab beliau

I’lamWeruha sira kabeh mukallaf! Setuhune kalimah Alhamdulillah iku kalimah kang mulya lan agung faḍilahe maka wajib arep angereksa ing iki kalimah aja kasi den muqabalah-aken maring barang kang maksiat utawa barang kang ina mungguh syara’.

ketahuilah kalian semua orang mukallaf! Sesungguhnya kalimat Alhamdulilah itu merupakan kalimah yang mulia dan agung faḍilah-nya. Maka wajib untuk menjaga kalimah ini, jangan sampai di-muqabalah-kan (dibandingkan) dengan sesuatu yang maksiat atau sesuatu yang hina menurut syara’.

Kiai sholeh darat menegaskan atas kalimah mulia dan banyak fadhilah nya yakni hamdalah haruslah dijaga dengan tidak juga digunakan pada hal yang salah. Selain itu Kiai Sholeh Darat juga mencantumkan hikayat seseorang yang harus bertaubat selama 30 tahun karena salah dalam mengucapkan ‘Alhamdulillah’. Hikayat yang tertulis dengan bahasa Jawa dan huruf pegon.

Berkatalah seorang murid kepada Syaikh Sirriy as-Saqaṭi, “Bagaimana caraku menjaga kalimah (Alhamdulillah) ini?” Beliau menjawab: “Saya sudah 30 tahun bertaubat kepada Allah karena meminta ampunan atas ucapanku yang berupa Alhamdulillah”. Lalu murid itu berkata: “Bagaimana bisa seperti itu?” Syaikh Sirriy as-Saqaṭi menjawab, “Suatu hari di Baghdad ada kebakaran. Semua rumah dan toko penduduk terbakar.

Lalu ada seseorang yang mengabariku bahwa tokoku tidak terbakar, maka aku mengucapkan Alhamdulillah. Hal itu berarti aku merasa gembira karena tokoku tidak terbakar, sedangkan toko semua orang telah terbakar.Padahal. salah satu dari hak-hak orang yang ahli agama dan menjaga marwahnya adalah tidak gembira karena tokonya selamat, sedangkan toko semua orang telah terbakar. Maka dari itulah aku beristighfar selama 30 tahun dari dosa tersebut.”

Hikayat di atas telah memberi kita pelajaran bahwa berbuat baik sekalipun harus mempertimbangkan tempat dan keadaan. Manusia memang harus mengikuti aturan agama, namun bukan berarti dia boleh mengesampingkan etika terhadap sesama manusia. Sehingga mengucapkan hamdalah dan bergembira saat orang lain menderita, ditetapkan sebagai dosa.

Penulis: M Najich Syamsuddini, Alumnus Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang dan tinggal di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan

Editor: Muhajirin Yusuf

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berangkat, Lazisnu Pasuruan Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Lombok

    • calendar_month Ming, 12 Agu 2018
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Berangkat, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kabupaten Pasuruan kirim bantuan Logistik untuk Korban Gempa Lombok melalui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Sabtu, 29 Dzulqo’dah 1439/11 Agustus 2018 pada Pukul 12.00 WIB. Acara pemberangkatan secara simbolis dilaksanakan oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan, H. Saiful Anam Chalim, M.Pd. […]

  • Mahasiswa UNU  STAI Salahuddin Kenalkan Ecoprint kepada Murid SD Al-Maksum

    Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Kenalkan Ecoprint kepada Murid SD Al-Maksum

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Lekok , NU Pasuruan Mahasiswa  Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan memperkenalkan seni ecoprint kepada siswa SD Al-Maksum Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (22/07/2025). Ketua Kelompok PMM UNU STAI Pasuruan Nur Mufidah,  mengatakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop dan praktik langsung ini merupakan salah satu program unggulan. […]

  • RSNU Pasuruan Jadi Lokasi Gelaran Kick Off HSN 2025 NU Pasuruan, Berikut Jadwalnya

    RSNU Pasuruan Jadi Lokasi Gelaran Kick Off HSN 2025 NU Pasuruan, Berikut Jadwalnya

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan resmi melaunching Rangkaian Hari Santri Nasional 2025 di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Pasuruan, Rabu (8/10/2025). Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2025 Gus Abdullah Nashih Nasor, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pembuka ini di lingkungan RSNU sebuah lembaga kesehatan yang menjadi […]

  • Sedekah Oksigen, LPPNU Pasuruan Bersama Petani Tanam 1000 Bibit Alpukat dan Kopi

    Sedekah Oksigen, LPPNU Pasuruan Bersama Petani Tanam 1000 Bibit Alpukat dan Kopi

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Lumbang, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Program Penanaman 1000 Pohon di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Selasa (27/02/2024). Ketua PC LPPNU Samsul Ma’arif menyampaikan, penanaman pohon bertujuan untuk sedekah oksigen dan mewariskan alam yang hijau kepada generasi mendatang. “Tanamnya sekali, sedekah oksigen bertahun-tahun. Mengingat menjaga lingkungan yang hijau […]

  • THAUN (CERPEN)

    THAUN (CERPEN)

    • calendar_month Sen, 8 Mar 2021
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Hawa gerah kian menyiksa, bahkan meski Kiai Marzuki baru saja berwudu. Musim kemarau belum menjelang, hujan kadang-kadang turun menjelang dini hari, namun hawa alam sudah kembali gerah. Rengek para balita di rumah tetangga silih berganti terdengar, pasti mereka tersiksa karena hawa bumi tak senyaman alam Rahim. Kiai renta itu perlahan bangkit setelah rakaat terahir salat […]

  • Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

    Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

    • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Dzulhijjah merupakan bulan yang di mulyakan oleh Allah SWT untuk itu Umat Islam hendaknya memanfaatkan waktu di bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah. Diantaranya adalah melakukan ibadah puasa tarwiyah dan arafah yang dikerjakan pada tanggal 8-9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji dan memiliki banyak keutamaan sebagai mana sabda Rasulullah […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca