Breaking News
light_mode

Ketua PW Ishari Jatim : Ceritakan Berdirinya Ishari NU di Indonesia

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
  • visibility 1.180
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang (PC) Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (19/11/2023).

Ketua Wilayah (PW) Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) KH. Muhammad Nuruddin mengatakan, berbicara Ishari maka harus bicara Pasuruan karena Ishari lahir, dibesarkan dan disebarkan oleh ulama ulama Pasuruan.

“Fakta sejarah Ishari di deklarasikan di Kota Pasuruan pada tahun 1959 dan pada muktamar NU di Surakarta Ishari masuk pada binaan Syuriyah NU dan kepengurusannya di dominasi oleh Kiai Pasuruan, ” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Kiai Pasuruan yang masuk jajaran kepengurusan pusat Ishari diantaranya KH Ahmad Djufri, KH Ahmad bin Abdurohim, Kiai Ahaddun asal Pasuruan.

” Pada masa itu Ishari belum ada tambahan NU dan pada Kiai Imron Mutamkkinlah yang menambahkan nama Ishari NU pada Muktamar NU,” ujarnya.

Menurutnya anggota dan pengurus Ishari NU didominasi oleh seniman maka tidak heran jika admistrasi organisasinya tidak berjalan hal itu terbukti Musyawarah Nasional (Munas) Ishari di lakukan pada tahun 1995 di Lamongan.

“Latar belakang anggota dan pengurus Ishari adalah orang orang yang cinta kepada Rosulallah untuk membaca sholawat disuatu tempat dan berkumpul menjadi satu,” ujarnya.

Pada Muktamar NU di Lirboyo Ishari bukan masuk kepada Badan Otonom (Banom) namun, Lembaga Seni dan Budaya (lSH) kemudian dipindah ke lembaga Thoriqoh Al Muqtabarh dan pada Munas di Jombang Ishari menjadi banom NU.

“Pada Muktamar NU di Lirboyo satu satunya Munas Ishari yang tidak diakui oleh PBNU adalah Munas pertama yang dilaksananan di lamongan karena tidak memiliki SK,” ujarnya.

Oleh karena itu banggalah kalian karena Ishari NU Pasuruan bisa memberikan keberkahan kepada Jawa Timur hingga Nasional. Tak hanya itu berkat Ishari NU Pasuruan Jawa Timur berhasil mengelar Muwilab ke 2 di tahun 2012 sejak 1985.

“Berkat Muscab Ishari NU Pasuruan PW Ishari berhasil mengelar Muswil setelah 27 tahun,” ujarnya.

Menurutnya Kiai Pasuruan memiliki cara tersendiri untuk mengkader setiap generasi dan itu pasti bertentangan namun hasilnya bisa kita rasakan.

“Alhamdulillah berkat Pasuruan Ishari NU sudah menyebar luas di Indonesia,”tutupnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovatif, Fatayat NU Pohjentrek Bagikan Takjil Pagi Hari untuk Kemudahan Ibu-Ibu

    Inovatif, Fatayat NU Pohjentrek Bagikan Takjil Pagi Hari untuk Kemudahan Ibu-Ibu

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • visibility 606
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Pohjentrek menggelar program Berbagi Menu Takjil Gratis di Desa Tidu, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, pada Ahad (16/3/2025). Tahun ini, PAC Fatayat NU Pohjentrek menyiapkan 100 porsi untuk masyarakat. Ketua PAC Fatayat NU Pohjentrek, Neng Ida, menjelaskan bahwa konsep berbagi tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika […]

  • Tahap II, PCNU Kab. Pasuruan Salurkan Donasi untuk Korban Erupsi Semeru

    Tahap II, PCNU Kab. Pasuruan Salurkan Donasi untuk Korban Erupsi Semeru

    • calendar_month Kam, 16 Des 2021
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Lumajang, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyalurkan bantuan tahap ke dua untuk korban eruspi semeru, Kamis (16/12/2021). Donasi berupa uang tunai Rp. 88.050.000 dan logistik seperti scrop dan argo. Koordinator NU Peduli PCNU Kabupaten Pasuruan Gus H Muhammad Nawawi, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas donasi yang disalurkan kepada NU Peduli Kabupaten […]

  • Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan Bantu Swastamita Pantai Lekok

    Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan Bantu Swastamita Pantai Lekok

    • calendar_month Sen, 7 Agu 2023
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 15 terlibat dalam kegiatan Swastamita di Pantai Lekok, Ahad (30/7/2023). Koordinator Pelabuhan Perikanan Lekok, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur Dodit Waluyo menyampaikan, bentuk […]

  • Berkah Ramadhan, 50 Mualaf di Tosari Mendapatkan Santunan

    Berkah Ramadhan, 50 Mualaf di Tosari Mendapatkan Santunan

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Tosari, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melalui Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli Pasuruan menyalurkan santunan kepada 50 Mualaf di Kecamatan Tosari, Jumat (24/03/2024). Santunan berisi Sembako, Sarung dan/atau Mukenah, dan Uang. Kegiatan dipusatkan di Aula Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tosari. Paket santunan berasal dari kerjasama Lembaga Lembaga Amil Zakat […]

  • LTNNU Diminta Melacak Jejaring dan Khazanah Intelektual Kiai Pasuruan

    LTNNU Diminta Melacak Jejaring dan Khazanah Intelektual Kiai Pasuruan

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan diminta untuk melacak jejaring Kiai-kiai di Pasuruan. Musabbanya, NU dapat menjadi organisasi yang besar berkat jejaring itu. “Jamiyyah ini dibangun dengan jejaring ulama, jejaring pesantren, jejaring santri. Ini harus kita ungkap,” ujar H. Ahmad Taufiq selaku Wakil Ketua PCNU […]

  • Kenapa Rasulullah Perlu Disholawati?

    Kenapa Rasulullah Perlu Disholawati?

    • calendar_month Rab, 7 Apr 2021
    • visibility 997
    • 1Komentar

    Nu Pasuruan Ada sebagian orang orientalis mengeluarkan sedikit statement yang menggelitik, bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang nabi karena masih perlu didoakan (disholawati) oleh ummatnya. Mereka juga beranggapan bukankah nabi itu ma’shum dan sudah pasti masuk surga? Untuk apalagi nabi didoakan?. Sementara dalam Al-Qur’an umat islam diminta untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana Allah […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca