Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah
- account_circle NU Pasuruan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar

Menetapkan dan mengumumkan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah kepada masyarakat umum sebelum adanya penetapan resmi (itsbat) pemerintah tidak diperbolehkan apabila hal tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan, perselisihan, dan kebingungan di tengah umat.
Larangan ini didasarkan pada pertimbangan sadd adz-dzarî‘ah (menutup pintu kerusakan) dan menjaga persatuan kaum muslimin. Oleh karena itu, meskipun seseorang memiliki hasil hisab yang diyakininya, ia tidak diperkenankan mengumumkannya sebagai ketetapan umum yang berbeda dengan keputusan pemerintah sehingga menimbulkan perbedaan pelaksanaan ibadah di tengah masyarakat.
Referensi :
(أحكام الفقهاء [بعض مقررات نهضة العلماء] صـ:9/ رقم: 274/ ط: منارا قدس):
[س]:ما حكم إعلان أوّل رمضان أو شوال على عموم المسلمين بالحساب للمحاسب أو من صدقه قبل إثبات الحاكم وقبل إعلان وزارة الدينية، هل هو جائز أم لا؟. [فرع بايوواعي].
[ج]: إن إثبات أول رمضان أو شوال بالحساب لا يوجد من الأحاديث أو الآثار شيء وإن رسول الله ومن بعده من الخلفاء الراشدين لا يثبتونه بالحساب وإن أول من أجاز الإثبات بالحساب هو مطرف شيخ الإمام البخاري. وأما إعلان الإثبات قبل إعلان وزارة الدينية الذي يؤدي إلى الاختلاف والتخاصم من بين مصدق ومكذب من المسلمين فقرر المؤتمر بعدم الجواز دفعا للمفاسد فينبغي بل يجب على الحكومة [الوزارة الدينية] منعه. اهـ.
- Penulis: NU Pasuruan
- Editor: Mokh Faisol
- Sumber: Hasil Bahstul Masail Kabupaten Pasuruan

Saat ini belum ada komentar