KH Imron Mutamakkin: Pentingnya Silaturahmi kepada Kiai Sepuh
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dengan para kiai sepuh. Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus dijaga, terutama sebagai bentuk perhatian terhadap anak putu.
Hal itu disampaikan KH Imron Mutamakkin saat menghadiri Haul ke-26 KH Abdul Ghofur di Kota Pasuruan, Kamis (10/9/2026).
“Pentingnya kita menjalin silaturahmi kepada kiai-kiai sepuh, Kita harus terus memperhatikan anak putu, terutama ketika dalam kondisi nazak,” ujarnya
Ia menjelaskan, seseorang yang berada dalam kondisi nazak menghadapi keadaan yang tidak kasatmata. Karena itu, menurutnya, doa dan perhatian dari para kiai sepuh serta anak putu menjadi bagian penting dalam mengiringi seseorang pada masa tersebut.
“Orang nazak itu lawannya tidak kelihatan. Yang bisa mengawal adalah para sepuh dan anak putu yang seneng kepada eyangnya, yang biasanya juga disenangi,” jelasnya.
Gus Ipong menambahkan, salah satu bentuk perhatian kepada para leluhur adalah dengan terus mengirimkan doa dan melakukan tawasul.
“Karena ini arwah, caranya ya harus terus-menerus ditawasuli. Kita berkirim Fatihah itu sebagai bentuk mengawal ketika nazak. Dengan tawasul, kita bisa mengenal roh dan dikawal ketika nazak,” tuturnya.
Menurutnya, tradisi tawasul dan kirim Fatihah kepada para kiai sepuh tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga bagian dari upaya menjaga hubungan antara generasi penerus dengan para pendahulunya.
“Mudah mudahan kita bisa terus menjaga hubungan dengan kiai kiai sepuh sehingga beliau dapat membantu kita ketika nazak,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar